Tanggal 31 Agustus 2011, Kami sekeluarga berencana berkunjung ke keluarga dari menantu adikku, pas di tengah perjalanan ada ide untuk sekalian ke Pesantren Tebuireng, karena kebetulan satu arah.. akhirnya berlanjutlah sowan ke Tebuireng.

Alhamdulillah jalan dipermudah oleh Allah. Nyampe di pesantren, kondisi peziarah masih sedikit, sehingga bisa parkir di pelataran pesantren, tepatnya di depan masjid atau depan kompleks Al-Hidayah. Kompleks ini ga jauh berbeda ketika 14 tahun yang lalu, saya masih pesantren di sini, yang banyak berubah adalah latar masjid (tetapi kondisi inti masjid masih tetap dipertahankan: mulai dari tempat imam, khutbah imam, lantai, ornamen tempat imam), sedangkan untuk latar masjid banyak mengalami perubahan: tiang masjid, dan lantainya. Banyak perubahan...
Ketika turun dari mobil, kita rencana menuju makan keluarga besar Tebuireng. Ternyata Allah membukakan pintu lagi: kita bisa sowan ke rumah pengasuh pesantren saat ini yaitu KH. Sholahuddin Wahid (Adik Gus Dur). Rumah pengasuh juga mengalami banyak perubahan, dulu pas di pondok ini, saya pernah sholat jumat menempati rumah pengasuh, dikarenakan masjid yang penuh. Terasa sekali perbedaan antara dulu dengan sekarang. Kondisi rumah pengasuh sekarang sudah modern dibanding dahulu yg masih mempertahankan keaslian isi rumah.
Selesai sowan ke pengasuh, kami pun melanjutkan ke Makam keluarga Tebuireng. Di awali dengan wudlu (tempat wudlu sama dengan jaman dulu, ga bnyak perubahan), kemudian saya pergi buang air kecil ke tempat kamar kecil/mandi (tempat ini banyak sekali perubahan, mungkin dikarenakan sebagai tempat kamar kecil untuk peziarah juga, sehingga perlu disesuaikan).
Dan..... tepat sebelum lokasi makam, ada puing-puing pembongkaran kompleks B Al-Firdaus, yang mana ini adalah kompleks saya waktu mesantren selama 3tahun di Tebiureng (1994-1997). Seperti ga bisa dibayangkan, pertama kali masuk di pesantren ini, saya tinggal di kompleks B, dan setelah 14 tahun kemudian melihat puing-puing kompleks B.. Ya Allah berkahilah tempat ini.. amiin..
Kemudian ziarah ke makam keluarga Tebuireng. Terlihat makam Hadratus Syaikh KH. Hasyim As'ary (pendiri NU dan pesantren Tebuireng) beserta istri, KH. A. Wahid Hasyim (menteri Agama RI-1) beserta istri, dan makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur, presiden RI-4).
No comments:
Post a Comment