
Kehidupan yang saya rasakan begitu damai. Kumandang adzan shubuh uda bangun untuk menunaikan sholat berjamaah. Kondisi masjid juga tidak banyak berubah, terlebih untuk ruang utama masjid, mimbar imam sholat, mimbar khutbah terlihat tidak ada yang berubah, hanya ada ornamen kaligrafi yang diperjelas. Teringat dengan guru saya KH. Musta'in sebagai imam dengan suara yg jernih, penyebutan lafadz Al-quran yg pas tidak dilebih-lebih kan. Semoga Allah selalu memberikan ridlo nya kepada beliau.. amiin

Selesai sholat shubuh, kemudian dilanjutkan dengan mengaji Al-quran di Makam keluarga Tebuireng, dilanjutkan dengan mengaji kitab kuning (kitab gundul, karena tidak ada penanda fathah-kasroh-dhomah) sampai jam 06.00 pengajian berakhir.

Dilanjutkan dengan sarapan di Jabo (Jasa Boga). Pada saat itu, tradisi ngliwet ato masak sendiri sudah tidak ada di Tebuireng. Pihak pesantren uda menyediakan fasilitas tempat makan 3x sehari dengan menu yang bervariasi. Membudayakan makan antri, tepat waktu, dan mensyukuri menu makan pada saat itu yang terbilang lengkap (nasi,lauk,sayur,dan buah). Sistemnya adalah seperti kalender (sehari ada tiga macam warna sebagai penanda tiket untuk makan pagi,siang dan malam.) Suasananya yang kekeluargaan, sama-sama perantauan, jauh dari keluarga, membuat kita akrab satu dg yang lain.

Aktifitas ini akan bertambah padat ketika bulan Ramadhan tiba, pengajian dari setelah Shubuh, selesai sholat Dzuhur, Ashar, dan Isya. Teringat ketika pengajian Ramadhan selesai sholat dzuhur, pengajian yang dibawakan oleh KH. Ishomudin (Gus Ishom) terlihat sangat ramai, bahkan sampai diluar masjid dan ada juga yang menyimaknya di kompleks. Santri pengajian tidak hanya dari Tebuireng, tp juga santri dari luar. Semoga Allah merahmati beliau..amiin. Yang tidak kalah ramainya adalah ketika pengajian abis makan malam, yg dibawakan oleh KH. Ishaq Lathief, santrinya begitu ramai, hingga larut malam. Ramadhan tidak menciutkan santri untuk mengurangi aktivitas. Sudah menjadi tradisi ketika pengajian berakhir, akan di kasih ijazah (sebutan untuk selesai pengajian. Diberikan sebuah ajian hehehe untuk lebih bnyak mengingat Allah, seperti untuk lulus ujian, dll).
Ingat masa-masa dulu di Tebuireng membuatku ingin sowan kesana, semoga lebaran tahun ini saya bisa berkunjung ke Tebuireng..
No comments:
Post a Comment