Jul 31, 2011

Puasa Ramadhan dan Kurma

Bulan ramadhan telah datang. Suasana ramadhan begitu terasa bahkan sebelum puasa datang : mulai dari siaran tv mulai tayangan sahur, kultum (kuliah tujuh menin menjelang berbuka puasa), acara mengulas perjalanan nabi, dan sejarah islam, hingga sinetron berlatar blakang islami. Yang tak kalah hebohnya nya adalah identik dengan iklan tv yg menayangkan kesegaran sebuah minuman, liputan artis ttg kegiatan di bulan puasa, hingga makanan saat berbuka dan sahur. Dan bahkan swalayan-swlayan mulai banyak menjual buah kurma.
Iya kurma, buah yang berasal dari negeri arab ini banyak sekali manfaatnya... kebetulan buah kesukaanq... hehehehe.
Dari Anas bin Malik :
” Sesungguhnya Nabi berbuka puasa dengan beberapa kurma basah (ruthob) sebelum solat (maghrib), sekiranya tidak ada kurma basah (ruthob) Baginda berbuka dengan beberapa tamar (kurma kering), jika tidak ada tamar (kurma kering), Baginda meneguk seteguk air “. [HR Abu Daud : 2356].

Tidak diragukan lagi bahwa dibalik sunah nabi ada petunjuk medis, manfaat kesehatan dan hikmah yang besar. Rasulullah telah memilih makanan diatas diantra sekian makanan yang ada. Ketika seseorang berbuka puasa aktiflah jaringan-jaringan dalam tubuh, dan jaringan pencernaan mulai bekerja, khususnya lambung dan usus-usus yang harus diperlakukan dengan pelan dan dibangunkan dengan lembut. Dalam kodisi ini membutuhkan sumber zat gula (monosakarida (sukrosa ) dan duosakarida (glukosa) dengan cepat diserap dalam darah, yang bisa menghilangkan lapar, seperti ketika membutuhkan air. Maka dari itu nabi menganjurkan orang yang berpuasa untuk memulai berbuka dengan makanan yang mengandung glukosa yang manis yang kaya dengan air seperti ruthab (kurma segar/basah) atau tamr (kurma kering).

(Gambar Ruthab/kurma segar/kurma muda)
(Gambar Tamr, salah satunya adalah kurma ajwa)

Kandungan kurma dari hasil penelitian kimiawi oleh Dr. ‘Abdurrouf Hisyam dan Dr. ‘Ali Ahmad asy-Syahat menetapkan bahwa ruthab mengandung 65-70% air, dari berat bersihnya, 24-58 % zat gula, 2-2,1 % protein, 5,2 % serat dan kadar lemak yang sedikit.
1. Mengkonsumsi ruthab atau tamr ketika memulai berbuka puasa, memberikan suplai kadar zat gula yang besar bagi tubuh, menghilangkan gejala kekurangan zat gula (hipoglikemia).
2. Kosongnya lambung dan usus dari makanan membuat mampu untuk menyerap zat gula sederhana ini dengan sangat cepat. Karena 2/3 dari unsur gula (glukosa) terdapat dalam kurma dalam bentuk susunan kimiawi yang sederhana. Dalam waktu singkat naiklah kadar gula dalam darah.
3. Adanya kurma yang direndam dengan air, dan ruthab yang mengandung prosentasi air yang tinggi 65-70 % (65-70%) yang menyediakan air bagi tubuh dengan prosentase yang baik, maka tidak perlu minum air dalam jumlah besar pada saat berbuka.

Dalam literatur lain disebutkan :
1. bahwa kurma memiliki kandungan gula alami yang paling banyak dibanding semua jenis buah-buahan. Konsentrasi gula dalam kurma mencapai 70% berat buah, sementara pada buah-buahan lain kadar gula hanya sekitar 20%-30%. Gula yang terdapat pada kurma berupa fruktosa, glukosa, sukrosa, mampu memasok energi bagi tubuh dengan cepat.
2. Potassium. Kandungan potassium dalam kurma yang paling kaya diantara buah-buahan. Bahkan lebih banyak daripada yang terdapat pada pisang. Potassium adalah mineral penting yang diperlukan tubuh untuk kontraksi otot, termasuk otot jantung. Potassium juga diperlukan untuk menjaga kesehatan sistem syaraf dan membantu metabolisme tubuh. Menjaga ketersediaan potassium penting bagi individu yang aktif. Karena potassium cepat keluar dari tubuh bersama keringat. Konsumsi kurma dan air adalah cara ampuh untuk menjaga ketersediaan potassium dalam tubuh. Kurma sangat baik dikonsumsi oleh para penderita patigue dan konstipasi.
3. selain itu kurma juga memiliki kandungan serat paling kaya dibanding semua jenis buah-buahan Banyak mengkonsumsi makanan berserat tinggi menurunkan resiko berbagai penyakit kanker. Institute kanker nasional AS merekomendasi konsumsi serat diet 20-35 gram perhari. Mengkonsumsi 5 atau 6 butir kurma akan memenuhi kebutuhan tersebut. Ada 2 jenis serat yaitu serat larut dan serat tak larut keduanya ada dalam kurma. Serat tak larut membantu memperlancar pencernaan. Sedangkan serat larut berperan dalam menurunkan kadar gula pada diabetesi. Serat larut juga mampu menurunkan kadar kolesterol darah, khususnya LDL yang merugikan.

No comments:

Post a Comment