Jul 22, 2011

1994 di Tebuireng


22 July 2011, Jam 08.00 seperti biasa melagkah menuju kantor, berjarak 500meter di tempuh dg berjalan kaki 10 menit. Tiba di kantor.. swap ID card.. buka email.. terus baca berita Kompas.. hehehe sudah menjadi rutinitas keseharian…
Headline kompas “ Ke makam Gus Dur? Tak Perlu repot”, begitu baca terasa begitu kangennya dengan pondok ku ini.. pondok yg mengajarkan ku hidup besahaja, sederhana, saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Teringat tahun 1994 pertama kali menginjakkan kaki ku di pondok pesantren Tebuireng, Orang tua ku (bapak) yg memondokkan dan menyekolahkan ku di SMP A.Wahid Hasyim. Karena beliau juga pernah besekolah dan mondok di sini, dan bahkan dulu harus menempuh berpuluh2 kilometer dengan bersepeda. Pada saat itu umurku baru 12 tahun, sudah harus jauh dari orang tua, balik ke rumah pun jarang hanya pas libur sekolah pulang. Tapi alhamdulillah bapak selalu mendatangiku tiap bulan untuk memberi uang. Terima kasih kepada Bapak ku yg memberikan kasih sayang begitu tak terhingga kepada putra-putrinya.

Pondok Pesantren Tebuireng begitu orang menyebutnya, salah satu pondok yg terkenal di Indonesia. Bertempat di Desa Tebuireng, Diwek, Jombang, Jawa Timur. Hadratus Syaikh KH. M Hasyim Asy’ari sebagai pendiri pondok pesantren merupakan kyai khos, kyai ‘alim, lwt perantara beliau lahir ulama2 besar Indonesia. Dan beliau pula yg mendirikan NU (Nahdlatul ‘Ulama).
Di Kompleks B Al-Firdaus tepatnya di room B1 (kamar lt.2 pojok kiri) saya bertempat tinggal selama 3thn di Tebuireng. Di kamar berukuran sekitar 3x4 berlantai karpet plastik dihuni sekitar 10-14 org. Yang kami miliki hanya 1 lemari untuk menyimpan pakaian dan buku. Tidur kadang di dalam kamar, di halaman kamar yg beralaskan kayu, di masjid atau di pelataran makam. Alhamdulillah dikondisi yang seperti itu bisa bangun shubuh untuk jamaah, dan tidur nyenyak. Bandingkan dg sekarang, meskipun tidur di kasur empuk, ber-AC, kamar yg luas.. tetep aja susah bangun shubuh tepat waktu wkwkwkw…
Sebuah kehidupan yg mengajarkan untuk hidup sederhana. Tepat dibelakang kamar langsung berbatasan dg Makam keluarga besar Tebuireng : Hadratus Syaikh KH. M Hasyim Asy’ari, KH. A. Wahid Hasyim (menteri agama RI pertama), KH. Abdurrahman Wahid/ Gus Dur (Presiden RI ke-4). Alhamdulilah sampai skrg kompleks B Alfirdaus masih ada dan tidak di bongkar untuk perluasan makam, hanya kompleks sebelah kiri dari Al-Firdaus yg dibongkar.

bersambung ya...

2 comments:

  1. dl sy jg di kamar tsb mas amak...


    #rizal_kediri

    ReplyDelete
  2. dl sy jg di kamar tsb mas amak...


    #rizal_kediri

    ReplyDelete