Lebaran telah tiba..
Tapi lebaran kali ini berbeda dari lebaran sebelum-sebelumnya, bahkan ini lebaran pertama dalam keluargaku yang berbeda pendapat. Hanya aq dan ibuku yang berlebaran tanggal 31 Augustus 2011, sedangkan anggota keluarga yang lain tanggal 30 Agustus 2011. Kebanyakan dari warga kecamatanku merayakan tanggal 30 Agustus. Meskipun demikian ada hal yang membuatku memutuskan untuk menggenapkan puasa menjadi 30 hari

Pada malam tanggal 29 Agustus 2011, diberbagai berita koran dan tv memberitakan bahwa posisi bulan belum terlihat akibat cuaca mendung, dari sumber Kepala Badan Hisab Rukyat Kemenag mengatakan, hasil pengamatan rukyat di 96 lokasi menyatakan tak melihat hilal. Sebanyak 30 lokasi diantaranya Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung Barat, Jambi, Sumatera Bara, dan Riau menyatakan tidak melihat hilal.

Yang akhirnya pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011. Keputusan diambil setelah Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang mendengarkan 12 pandangan ormas Islam yang hadir dalam sidang itsbat.
Disisi lain, ada hal yang membuatku tidak sekedar menerima dan mengikuti keputusan pemerintah atau tokoh masyarakat, tetapi lebih baik mengecek sumber dari Al-qur'an dan hadist, kenapa puasa 29 atau 30 hari.
bersambung.....
sumber : detik.com, jadilah.com
No comments:
Post a Comment