Oct 17, 2012
Alhamdulillah dapat rejeki lagi... Robbii hablii minash shoolihiin
Tamu bulanan itu tidak kunjung datang setelah telat beberapa hari, akhirnya kami memutuskan untuk tes menggunakan test pack yg banyak dijual di apotik, harganya tidak lebih dari 27rb, lumayan mahal juga untuk ukuran sekali test. Dan hasilnya… 2 strip mucul di test pack..
Alhamdulillah istri saya hamil.. Untuk memastikannya, beberapa hari kemudian tepatnya tanggal 2 oktober 2012 kami cek di rumah sakit medistra yg kebetulan cukup dekat dari tempat tinggal kami.
Sesampainya di RS Medistra, kami tanya perugas RS ternyata pendaftaran di lantai 3, setelah itu pemeriksaan di ruang dokter ada di lantai 4.
Dokter yang memeriksa kami adalah dr. Safriani T SpOG. Setelah di cek and ricek, dan USG, terlihat ada lingkaran sebesar biji kelengkeng yang ternyata adalah calon janin. Setelah diukur diameternya, diprediksikan umur calon janin adalah 4 minggu. Dan diprediksikan lahir di akhir Mei 2013. Untuk memprediksikan kelahirannya, kami juga menggunakan simulasi yang ada di detik.com dengan cara memasukkan “Hari pertama siklus menstruasi terakhir?”
Hasilnya berbeda 1-2 minggu dari prediksi dokter, artinya kami harus lebih siaga dan siap untuk kelahiran anak-keturunan kami dari akhir mei sampai awal juni 2013.
Bagi ibu hamil, dokter menyarankan untuk lebih memperhatikan pola makan, makan yg dimasak, jangan yg mentah/lalapan, banyak makan buah yang dikupas bersih, minum susu. Pokoknya lebih care dengan asupan gizi dalam makanan. Selain itu dokter juga memberikan resep vitamin untuk ibu hamil.
Setelah itu dilakukan tes darah lengkap dilantai 1, diantarnya :
biaya yang kami keluarkan untuk semua pemerikasaan itu cukup besar, dan melebihi dari platform asuransi kesahatan kami. Hmmmm… semoga rejeki ini tambah lancar dan berkah, dan anak keturunan kami dijadikan anak yang sholeh yang di ridloi Allah, sebagaimana Allah meridloi para Nabi dan Rosul-Nya, Rosullullah SAW, dan juga orang-orang sholeh.. Amiin
Sesampainya di kos, saya melakukan sujud syukur, bersyukur atas nikmat ini, bersyukur atas rejeki ini, dipercaya atas anak keturunan.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Allah karuniakanlah kami anak-keturunan yang termasuk orang-orang yang sholeh, yang Engkau ridloi, Engkau sayangi, dan Engkau berkahi” Amiin..
Aug 8, 2012
Bekerja untuk keberkahan dan ridlo Allah
Manusia diciptakan dan diurus oleh Allah SWT. Tugas kita di dunia ini adalah menjadi hamba Allah SWT. Mematuhi apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang Allah SWT. Perkara rejeki adalah mutlak dalam genggaman Allah SWT. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki, pasti akan menjamin segala kebutuhan rejekinya.
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. (QS At-Thalaq : 2-3)
Kita bekerja bukan untuk mengejar uang, tapi merupakan amal shaleh dalam menjemput rejeki atau nafkah kita. Yang dicari adalah keberkahan dan ridho Allah SWT. Orang yang mencari ridho Allah tidak akan ragu kepada Allah SWT sebagai pembagi rejeki, pasti kita akan bertemu dengan rejek kita, sehingga tidak akan mau berbuat haram. Kalau seseorang tidak mencari ridho Allah SWT, maka ia bisa saja menghalalkan berbagai cara dalam mencari uang.
Contoh, sebagai pekerja kantor, ketika gaji sudah diterima, ketidakcukupan untuk membeli sesuatu, tidak seharusnya membuat kita sedih. Tetapi akan sedih ketika gaji yang kita terima tidak berkah, sehingga gaji itu hanya diterima dan habis tidak karuan. Mari kita bersyukur bahwa kita masih menerima gaji, niat ibadah ketika bekerja juga rejeki, cukup untuk nafkah keluarga juga rejeki, gaji bisa digunakan untuk sedekah juga rejeki, gaji digunakan untuk makan juga rejeki. Kemudahan kita dalam menjalankan ibadah merupakan rejeki terbesar kita. Itulah yang harus kita syukuri. Tidak sedikit orang yang sengsara bukan karena kurang karunia, akan tetapi karena kurangnya bersyukur.
*sebagian isi diambil dari http://ramadan.detik.com/read/2012/08/07/070832/1984785/1422/rahasia-menjalani-hidup
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. (QS At-Thalaq : 2-3)
Kita bekerja bukan untuk mengejar uang, tapi merupakan amal shaleh dalam menjemput rejeki atau nafkah kita. Yang dicari adalah keberkahan dan ridho Allah SWT. Orang yang mencari ridho Allah tidak akan ragu kepada Allah SWT sebagai pembagi rejeki, pasti kita akan bertemu dengan rejek kita, sehingga tidak akan mau berbuat haram. Kalau seseorang tidak mencari ridho Allah SWT, maka ia bisa saja menghalalkan berbagai cara dalam mencari uang.
Contoh, sebagai pekerja kantor, ketika gaji sudah diterima, ketidakcukupan untuk membeli sesuatu, tidak seharusnya membuat kita sedih. Tetapi akan sedih ketika gaji yang kita terima tidak berkah, sehingga gaji itu hanya diterima dan habis tidak karuan. Mari kita bersyukur bahwa kita masih menerima gaji, niat ibadah ketika bekerja juga rejeki, cukup untuk nafkah keluarga juga rejeki, gaji bisa digunakan untuk sedekah juga rejeki, gaji digunakan untuk makan juga rejeki. Kemudahan kita dalam menjalankan ibadah merupakan rejeki terbesar kita. Itulah yang harus kita syukuri. Tidak sedikit orang yang sengsara bukan karena kurang karunia, akan tetapi karena kurangnya bersyukur.
*sebagian isi diambil dari http://ramadan.detik.com/read/2012/08/07/070832/1984785/1422/rahasia-menjalani-hidup
Jun 26, 2012
26 Mei 2012 to 26 Juni 2012
Gak terasa sudah sebulan umur pernikahan kami, dan hanya beberapa hari bisa kami lewatkan bersama, karena jarak yg memisahkan kami
seperti biasa setiap sore kami selalu saling mengingatkan, "sudah balik kerja?", "ada acara apalg?",
dan kali ini :
istri : Happy anniversary ,, baru sebulan ya usia perniakahan kita..
aq : iyaaaaaaaa (baru inget ternyata hari ini genap sebulan usia pernikahan kami).
smg berkah ya pernikahan kita
bahagia dunia dan akhirat
istriq : semoga langgeng sampe akhirat
amiin
aq : meskipun sekarang jauh semoga jadi amal ibadah
anak keturunan kita bisa lebih mudah dan bahagia selalu
istriq : amiin
Sangat berharap hari ini bisa bertemu dan mensyukuri sebulan pernikahan ini, tapi..
baru lewat whatsapp kami bisa merayakan.. semoga di detik, jam, hari, minggu, bulan dan tahun berikutnya bisa saling bersama-sama.. amiin
seperti biasa setiap sore kami selalu saling mengingatkan, "sudah balik kerja?", "ada acara apalg?",
dan kali ini :
istri : Happy anniversary ,, baru sebulan ya usia perniakahan kita..
aq : iyaaaaaaaa (baru inget ternyata hari ini genap sebulan usia pernikahan kami).
smg berkah ya pernikahan kita
bahagia dunia dan akhirat
istriq : semoga langgeng sampe akhirat
amiin
aq : meskipun sekarang jauh semoga jadi amal ibadah
anak keturunan kita bisa lebih mudah dan bahagia selalu
istriq : amiin
Sangat berharap hari ini bisa bertemu dan mensyukuri sebulan pernikahan ini, tapi..
baru lewat whatsapp kami bisa merayakan.. semoga di detik, jam, hari, minggu, bulan dan tahun berikutnya bisa saling bersama-sama.. amiin
Jun 17, 2012
H-1:jiarah,KUA,,taropan
jumat 25052012
biasanya tanggal 25 gini saiia sangat senang maklumlah hanya tanggal 25 kantor mengkreditkan kerekeningku hehehe
tapi hari ini berbeda bukan lagi jian yang ditunggu,,ihiiy sebenarnya ditunggu juga sich...
pagi2 setelah shalat subuh ngantuuk pooolll maklum semalam tidurnya larut banget jadinya tidur lagi dech setelah subuh padahal rencana pagi ini
jam 06.00 : jiarah ke makam
jam 08.oo : ke KUA untuk pembinaan
baru tidur bentar ya uda dibangunin untuk ke makam,,mata masih sepet nich,berangkat bareng sepupuq yang juga mau nikah minggu depan dan omq,mampir kerumah kakakq buat negejmput si beibi dan keluarganya...langsung capcuss
memasuki kawasan pemakaman langsung keinget kakek ama nenek yang meninggal dua tahun lalu dan itu terakhir kali aku menginjakan kaki ke pemakaman ini,udah lama juga.
pas nyampe nengokin makam ibu-bapaknya sepupuq dulu trus ke makam kaken nenekq dan disitulah kita berdoa,dan yaah aq disuruh baca yasin nich,sebenarnya kagok maklum didepan keluarganya si beibi tapi gpplah buat latihan entar malam kahtaman,
akhirnya bisa selesai juga aku ngaji dan kita berdoa,sempet netes air mata nich nginget nenek yang dulu ngebesarin aku,aku lahir dan besar dirumah nenek,inget kakek yang uda lama banget ga komunikasi sampe dia meninggal aku ga sempet ngelihat-_-,,maafin segala kesalahanku kakek nenek,smoga kalian tenang dan diberikan tempat di sisi ALLAH SWT amiin..
setelah berdoa kita beranjak pulang,karena setelah ini harus ke KUA lagi,keluarga beibi turun dirumahnya kakakq, aku ama sepupuq lanjut kerumah.
baru nyampe eh udah disuruh ke KUA katanya uda ditungguin,akhirnya nyari bentor buat ke KUA tapi mampir jemput beibi dulu,dia belum sempet ganti baju aku uda nyuruh cepet2...alhasil ditengah jalan kita baru nyadar kita ga bawa uang tunai dan atm mandiri jauuuuuh,akhirnya mampir dirumah omq dech minta duit buat bayar beentor...hhhmm
akhirnya kita nyampe dech di KUAnya yang jaraknya kira2 sekitar 15 menitan dari rumah,pas nyampe kita malah disuruh ke puskesmas dulu ambil surat pengantar terus balik ke KUA lagi,,hhmm tau gitu tadikan ke puskesmas aja dooloooo
kita capcuss dech ke puskesmas, untungnya nich tukang bentornya nungguin dan dia nuntun kita ke puskesmas,,maklum yaah kita bedua buta dengan wilayah iniii
pas nyampe, nanya2 jadilah kita di antar ke ruang adminya,disana harus daftar dulu nama calon istri dan calon suami dan bayar 7000,setelah bayar disuruh keruang berikutnya untuk disuntik,,nah kita bedua mikirnya ini suntik untuk antisipasi kanker serviks eh ga taunya ini suntik polio kata petugasnya itu untuk mengantisipasi penyakit...hhmmm salah dech dugaan kita
dan itu harus disuntik lagi sebulan kemudian,trus setelahnya 6 bulan kemudian,nah masalahnya saiia kerja jadi gimana ya ke puskesmasnya, blakangan dech itu yang penting selesai duluuu
setelah nanya2 aku disuntik ga nyampe 5 menit uda,cuman dikasih kartu supaya bisa suntik lagi trus uda dech
kita balik lagi nich ke KUA, nah nyampe di KUA kita tunjukin kartu tadi trus disuruh tunggu dech ternyata penghulunya yang bakal ngasih pembinaan belum ada..hadeuuuhhh
nah sambil nunggu kita disuruh isi formulir nich yang intinya tentang biodata kita bedua tapi anehnya disuruh isi juga penghasilan kita,.hhmm kita bedua mutusin untuk ga nulis semua hasil penghasilanya beib takut ada pungli dan kita bedua ga bawa uang tunai boo'
selesai ngisi formnya penghulunya belum ada juga,,haduuuhhh kita uda garing disitu nungguin..
sejam kemudian muncul dech tuch penghulu dan kita dipanggil keruanganya penghulu, aku mulai dag dig dug kirain mau ditanyain apa eh ga tanya nyampe didalam cuman dicekin berkas2 kita uda lengkap atau belum terus dikasih buku dan doa2nya..yang bikin ga sreg penghulunya ngomong sambil ngerokok,ga suka dech
tapi gpplah dia ngajarin si beib gimana caranya akad nikah di gorontalo, lumayan buat beib
selesai dengan pembinaan penghulu yang gaol kita balik rumah, ya tetep misah aku turun dirumah dan si beibi ke rumah kakaq,nyampe dirumah uda lebih rame aja nich orang2,diluar bapak2 uda rame bangeet bikin tendan dan lainnya didalam rumah ga kalah ramenya ibu2 sibuk bikin kue,makanan,aku malah ga nengok sampe belakang...
dan saiia bingung harus ngapain lagi nich,
uda laper donk yach nyari makanan dulu eh malah dikomentari para ibu2 knapa ga puasa,,lagia ga diwajibkan puasa sebelum nikah,tenang aja ibu2 badan saiia malah kurus entar kebayanya melorot lagi kalau harus diet sebelum nikah...
setelah berhasil menangkal mitos2 para ibu2 yang lagi bantu2 akhirnya bisa makan juga,nah setelah makan ngapain ya...
orang2 dirumah semakin banyak yang datang buat bantu2 dan sementara saya semakin pusing mau ngapain ya...
tiduurr ahhh...
tidur tdur ayam juga dikit2 kebangun..uda dzuhur shalat dulu...selesai shalat eh si tirta uda ada aja dia, ga tau dapet ijin gimana ni adikq paling bontot ini dari asramanya...
ga lama kemudian datang dech periasnya,,nah pada ga tau kan knapa periasnya uda datang dirumah uda rame
karena di tempatku itu dari malam emang uda mulai rangkaian acaranya,entar malam ni uda khataman quran dan midodereni..
periasnya yeyen itu nama kerenya:P...dia nawarin mau buat tatto dari henna ditangaku supaya kayak orang arab gitu..heehehe tapi sayang fotonya ada di fotografer ga ada di aku:(
selesai digambar tanganku uda ashar aja,shalat,mandi dan nungguin maya nich...
maya temen kantor sekaligus saudara juga
dia rencana mau ngaji bareng aku entar malam tapi sampe sore belum nyampe juga dari kotamobagu...
setelah aku shalat magrib baru dech dia nyampe akhirnyaaaa....
setelah magrib aku baru dirias..lumayan lama diriasnya...
setelah dirias langsung ya disuruh duduk ditengah2 orang tua,khataman disini maksudnya pengantinya ngaji tapi yang di baca hanya juzz 30,dan itu bergantian ama pendamping pengantinya
nah untung ada maya jadinya lancaar dech
tapiii karna duduknya seperti sinden kaki sayaa sakiiiiiiiiiiiiiit-_-
lama banget duduk seperti sinden bikin kaki kraaammmm...
jadilah setelah ngaji langsung dech ngerubah cara dudknya walaupun acaranya msih dilanjutin aku duduknya uda ga kayak ngaji lagi..

untung yach pas foto ini ga ada dea sich tukang nyempil
setelah ngaji masih ada nich acaranya midodareni dan harus ganti baju duluuu
nah sebelum ganti baju narsis dulu boleh donk

nah ini ada foto saiia ama tangan yang udah digambar tapi ada penyusup hihihi

foto2nya itu dulu yah si ibu2nya udah nyuruh cepet2 ganti baju soale masih ada midodareni lagi...
alhasil tuch ya fotografernya lagi asik2 foto di usik ama si yeyen tukang riasq..hahaha lucu kalau ngelihat mereka berantem...
setelah puas difoto akhirnya yeyen beraksi lagi ngubrak2 jilbabq untuk midodareni dan taraaah hasilnya kereeen

kalau midodareni di tempatq tuch duduk diem aja dan ibu2 pada nyanyi2 gtu dengan syair2 yang tentang rumah tangga dan nasehat2 gituu

setelah acara selesai nah giliran saudara2 nich narsis2

selesai dengan semua rangkaian acara ini waktunya istirahat dan malam ini saiia tidur bareng maiia dikamar pengantin..hhmmm besok..
nantikan postingan selanjutnya:):)
biasanya tanggal 25 gini saiia sangat senang maklumlah hanya tanggal 25 kantor mengkreditkan kerekeningku hehehe
tapi hari ini berbeda bukan lagi jian yang ditunggu,,ihiiy sebenarnya ditunggu juga sich...
pagi2 setelah shalat subuh ngantuuk pooolll maklum semalam tidurnya larut banget jadinya tidur lagi dech setelah subuh padahal rencana pagi ini
jam 06.00 : jiarah ke makam
jam 08.oo : ke KUA untuk pembinaan
baru tidur bentar ya uda dibangunin untuk ke makam,,mata masih sepet nich,berangkat bareng sepupuq yang juga mau nikah minggu depan dan omq,mampir kerumah kakakq buat negejmput si beibi dan keluarganya...langsung capcuss
memasuki kawasan pemakaman langsung keinget kakek ama nenek yang meninggal dua tahun lalu dan itu terakhir kali aku menginjakan kaki ke pemakaman ini,udah lama juga.
pas nyampe nengokin makam ibu-bapaknya sepupuq dulu trus ke makam kaken nenekq dan disitulah kita berdoa,dan yaah aq disuruh baca yasin nich,sebenarnya kagok maklum didepan keluarganya si beibi tapi gpplah buat latihan entar malam kahtaman,
akhirnya bisa selesai juga aku ngaji dan kita berdoa,sempet netes air mata nich nginget nenek yang dulu ngebesarin aku,aku lahir dan besar dirumah nenek,inget kakek yang uda lama banget ga komunikasi sampe dia meninggal aku ga sempet ngelihat-_-,,maafin segala kesalahanku kakek nenek,smoga kalian tenang dan diberikan tempat di sisi ALLAH SWT amiin..
setelah berdoa kita beranjak pulang,karena setelah ini harus ke KUA lagi,keluarga beibi turun dirumahnya kakakq, aku ama sepupuq lanjut kerumah.
baru nyampe eh udah disuruh ke KUA katanya uda ditungguin,akhirnya nyari bentor buat ke KUA tapi mampir jemput beibi dulu,dia belum sempet ganti baju aku uda nyuruh cepet2...alhasil ditengah jalan kita baru nyadar kita ga bawa uang tunai dan atm mandiri jauuuuuh,akhirnya mampir dirumah omq dech minta duit buat bayar beentor...hhhmm
akhirnya kita nyampe dech di KUAnya yang jaraknya kira2 sekitar 15 menitan dari rumah,pas nyampe kita malah disuruh ke puskesmas dulu ambil surat pengantar terus balik ke KUA lagi,,hhmm tau gitu tadikan ke puskesmas aja dooloooo
kita capcuss dech ke puskesmas, untungnya nich tukang bentornya nungguin dan dia nuntun kita ke puskesmas,,maklum yaah kita bedua buta dengan wilayah iniii
pas nyampe, nanya2 jadilah kita di antar ke ruang adminya,disana harus daftar dulu nama calon istri dan calon suami dan bayar 7000,setelah bayar disuruh keruang berikutnya untuk disuntik,,nah kita bedua mikirnya ini suntik untuk antisipasi kanker serviks eh ga taunya ini suntik polio kata petugasnya itu untuk mengantisipasi penyakit...hhmmm salah dech dugaan kita
dan itu harus disuntik lagi sebulan kemudian,trus setelahnya 6 bulan kemudian,nah masalahnya saiia kerja jadi gimana ya ke puskesmasnya, blakangan dech itu yang penting selesai duluuu
setelah nanya2 aku disuntik ga nyampe 5 menit uda,cuman dikasih kartu supaya bisa suntik lagi trus uda dech
kita balik lagi nich ke KUA, nah nyampe di KUA kita tunjukin kartu tadi trus disuruh tunggu dech ternyata penghulunya yang bakal ngasih pembinaan belum ada..hadeuuuhhh
nah sambil nunggu kita disuruh isi formulir nich yang intinya tentang biodata kita bedua tapi anehnya disuruh isi juga penghasilan kita,.hhmm kita bedua mutusin untuk ga nulis semua hasil penghasilanya beib takut ada pungli dan kita bedua ga bawa uang tunai boo'
selesai ngisi formnya penghulunya belum ada juga,,haduuuhhh kita uda garing disitu nungguin..
sejam kemudian muncul dech tuch penghulu dan kita dipanggil keruanganya penghulu, aku mulai dag dig dug kirain mau ditanyain apa eh ga tanya nyampe didalam cuman dicekin berkas2 kita uda lengkap atau belum terus dikasih buku dan doa2nya..yang bikin ga sreg penghulunya ngomong sambil ngerokok,ga suka dech
tapi gpplah dia ngajarin si beib gimana caranya akad nikah di gorontalo, lumayan buat beib
selesai dengan pembinaan penghulu yang gaol kita balik rumah, ya tetep misah aku turun dirumah dan si beibi ke rumah kakaq,nyampe dirumah uda lebih rame aja nich orang2,diluar bapak2 uda rame bangeet bikin tendan dan lainnya didalam rumah ga kalah ramenya ibu2 sibuk bikin kue,makanan,aku malah ga nengok sampe belakang...
dan saiia bingung harus ngapain lagi nich,
uda laper donk yach nyari makanan dulu eh malah dikomentari para ibu2 knapa ga puasa,,lagia ga diwajibkan puasa sebelum nikah,tenang aja ibu2 badan saiia malah kurus entar kebayanya melorot lagi kalau harus diet sebelum nikah...
setelah berhasil menangkal mitos2 para ibu2 yang lagi bantu2 akhirnya bisa makan juga,nah setelah makan ngapain ya...
orang2 dirumah semakin banyak yang datang buat bantu2 dan sementara saya semakin pusing mau ngapain ya...
tiduurr ahhh...
tidur tdur ayam juga dikit2 kebangun..uda dzuhur shalat dulu...selesai shalat eh si tirta uda ada aja dia, ga tau dapet ijin gimana ni adikq paling bontot ini dari asramanya...
ga lama kemudian datang dech periasnya,,nah pada ga tau kan knapa periasnya uda datang dirumah uda rame
karena di tempatku itu dari malam emang uda mulai rangkaian acaranya,entar malam ni uda khataman quran dan midodereni..
periasnya yeyen itu nama kerenya:P...dia nawarin mau buat tatto dari henna ditangaku supaya kayak orang arab gitu..heehehe tapi sayang fotonya ada di fotografer ga ada di aku:(
selesai digambar tanganku uda ashar aja,shalat,mandi dan nungguin maya nich...
maya temen kantor sekaligus saudara juga
dia rencana mau ngaji bareng aku entar malam tapi sampe sore belum nyampe juga dari kotamobagu...
setelah aku shalat magrib baru dech dia nyampe akhirnyaaaa....
setelah magrib aku baru dirias..lumayan lama diriasnya...
setelah dirias langsung ya disuruh duduk ditengah2 orang tua,khataman disini maksudnya pengantinya ngaji tapi yang di baca hanya juzz 30,dan itu bergantian ama pendamping pengantinya
nah untung ada maya jadinya lancaar dech
tapiii karna duduknya seperti sinden kaki sayaa sakiiiiiiiiiiiiiit-_-
lama banget duduk seperti sinden bikin kaki kraaammmm...
jadilah setelah ngaji langsung dech ngerubah cara dudknya walaupun acaranya msih dilanjutin aku duduknya uda ga kayak ngaji lagi..

untung yach pas foto ini ga ada dea sich tukang nyempil
setelah ngaji masih ada nich acaranya midodareni dan harus ganti baju duluuu
nah sebelum ganti baju narsis dulu boleh donk

nah ini ada foto saiia ama tangan yang udah digambar tapi ada penyusup hihihi

foto2nya itu dulu yah si ibu2nya udah nyuruh cepet2 ganti baju soale masih ada midodareni lagi...
alhasil tuch ya fotografernya lagi asik2 foto di usik ama si yeyen tukang riasq..hahaha lucu kalau ngelihat mereka berantem...
setelah puas difoto akhirnya yeyen beraksi lagi ngubrak2 jilbabq untuk midodareni dan taraaah hasilnya kereeen

kalau midodareni di tempatq tuch duduk diem aja dan ibu2 pada nyanyi2 gtu dengan syair2 yang tentang rumah tangga dan nasehat2 gituu

setelah acara selesai nah giliran saudara2 nich narsis2

selesai dengan semua rangkaian acara ini waktunya istirahat dan malam ini saiia tidur bareng maiia dikamar pengantin..hhmmm besok..
nantikan postingan selanjutnya:):)
H-2 : kejar-kejaran fotografer
awalnya semalam ni tidurnya rada larut ya maklum belum terbiasa dengan suasana kamar dan akhirnya memutuskan tidur bareng ibu, yang kebetulan juga tepar padahal uda H_2,
subuhnya aku dibangunin ibu sambil dipijit-pijit2 punggungku, ibu tau aja lagi capek tapi gak lama nyadar juga loh kan ibu yang sakit knapa aq yang dipijit ibu ya-_-,,maafin anakmu ini ibu,..
tak berama lama setelah siuman shalat subuh baru kekumpul dech semua nyawa, alhamdulillah ibu uda baikan..
pagi-pagi bingung ngapain ya,..
calon suami jadwalnya datang 18.20, jadi mulailah aku merancang rencana
karna pengen ada foto yang dipajang dengan custom kebaya,jadi bisa fotonya entar malam dengan custom kebaya,,langsung ya bbm fotografernya...awalnya fotografernya ga bisa malam ni tapi setelah dilobi lagi dia mau,nah sekarang make upnya nich,,masalahnya tukang make upnya dan fotografernya tempat mereka barjauhan...
ibu nyaranin gimana kalau ganti perias aja,,ga usah make perias buat nikahan tapi make perias lain yang tempatnya deket dengan studio fotografer..akhirnya nemu dech k;uchi yang dulu pernah ngerias ibu pas wisudanya ibu,langsung nelpon tante yang rumahnya deket k'uchi,,sykurlah dia bersedia.
nah urusan foto dan perias selesai nich ya tapi calon suami mana,sebenarnya uda lama ga ketemu beibi,maklum kita ldr jadi sebenarnya ga oerlu dipingit kita juga ga sering ketemu
rencananya kalau tiba di gorontalo 18.20,,bisa donk nyampe di studio jam 19.30 gitulah
tapi ternyata pesawat calon suami delay pemirsa-pemirsa -_-,,apa boleh buat
jam 19.20an pesawat baru nyampe dan yang jemput sepupuq,
nyampe rumah rombongan makan dulu,istirahat bentar tapi calon suami langsung di culik buat foto
nah jarak dari rumah ke studio tuch 1 jam belum make upnya juga
capcuss dari rumah sekitar jam 20.30 gitu
nyampe ditempat periasnya langsung dech buru2 disuruh make up dan si beibi sempet2nya mandi soale dia gerah seharian dipesawat...hihih
ternyata periasnya lamaaaaaaa
ngerias aku aja sama sejam, belum ngerias beibinya sementara fotografernya uda mau tutup karna sangking lamanya nunggu kita -_-
setelah dibujuk-bujuk dan lagian aku uda dandan gini malem2 jauh2 pula masa ga jadi,,akhirnya fotografernya masih mau nunggu,,selesai ngerias jam 23.00an gitu langsung capcuss ke tempat studionya
nah nyari studinya juga susaaah,karna uda malam mana studionya harus masuk gang
nyari jalan durian eh malah kelewat sampe jalan bali,,sampe adu mulut ama ibu lagi,setelah nyasar ke jalan yang entah berantah akhirnya nemu tu jalan durian dan nemu juga studionya,
huuffff pas nyampe fotografernya uda nunggu bareng istrinya, aku ngelirik jam itu uda 23.00, dalam hati ada ya yang prewedd jam segini...hihihi
pas nyampe ganti sendal alngsung disuruh pose
kebayangkan gimana nich mau senyum uda tengah malam mana si beibi kasihan uda capek,untungnya forografernya sabaar ngasih arahan kekita,,beberapa kali shoot akhirnya selesai,,ga tau dech giaman hasilnya yang penting udaaa
pengen sich pasang fotonya tapi masih di fotografer, ini sedikit penampakan foto kita yang udah jadi itupun minta ke k'dita yang sempat motoin

trima kasih k'dita
akhirnya selesai,pas pulang aku masih dengan dandanan dan beibi masih dengan costumnya,dan itu uda tengah malam,,nyampe rumah uda sepi,,harusnya sich beibi tidur dirumah kakakq bareng orang tuanya tapi karna uda malam jadinya nginep dirumah...
itu dulu ya
besok ada yang lebih seru lagi, uda masuk H-1....
subuhnya aku dibangunin ibu sambil dipijit-pijit2 punggungku, ibu tau aja lagi capek tapi gak lama nyadar juga loh kan ibu yang sakit knapa aq yang dipijit ibu ya-_-,,maafin anakmu ini ibu,..
tak berama lama setelah siuman shalat subuh baru kekumpul dech semua nyawa, alhamdulillah ibu uda baikan..
pagi-pagi bingung ngapain ya,..
calon suami jadwalnya datang 18.20, jadi mulailah aku merancang rencana
karna pengen ada foto yang dipajang dengan custom kebaya,jadi bisa fotonya entar malam dengan custom kebaya,,langsung ya bbm fotografernya...awalnya fotografernya ga bisa malam ni tapi setelah dilobi lagi dia mau,nah sekarang make upnya nich,,masalahnya tukang make upnya dan fotografernya tempat mereka barjauhan...
ibu nyaranin gimana kalau ganti perias aja,,ga usah make perias buat nikahan tapi make perias lain yang tempatnya deket dengan studio fotografer..akhirnya nemu dech k;uchi yang dulu pernah ngerias ibu pas wisudanya ibu,langsung nelpon tante yang rumahnya deket k'uchi,,sykurlah dia bersedia.
nah urusan foto dan perias selesai nich ya tapi calon suami mana,sebenarnya uda lama ga ketemu beibi,maklum kita ldr jadi sebenarnya ga oerlu dipingit kita juga ga sering ketemu
rencananya kalau tiba di gorontalo 18.20,,bisa donk nyampe di studio jam 19.30 gitulah
tapi ternyata pesawat calon suami delay pemirsa-pemirsa -_-,,apa boleh buat
jam 19.20an pesawat baru nyampe dan yang jemput sepupuq,
nyampe rumah rombongan makan dulu,istirahat bentar tapi calon suami langsung di culik buat foto
nah jarak dari rumah ke studio tuch 1 jam belum make upnya juga
capcuss dari rumah sekitar jam 20.30 gitu
nyampe ditempat periasnya langsung dech buru2 disuruh make up dan si beibi sempet2nya mandi soale dia gerah seharian dipesawat...hihih
ternyata periasnya lamaaaaaaa
ngerias aku aja sama sejam, belum ngerias beibinya sementara fotografernya uda mau tutup karna sangking lamanya nunggu kita -_-
setelah dibujuk-bujuk dan lagian aku uda dandan gini malem2 jauh2 pula masa ga jadi,,akhirnya fotografernya masih mau nunggu,,selesai ngerias jam 23.00an gitu langsung capcuss ke tempat studionya
nah nyari studinya juga susaaah,karna uda malam mana studionya harus masuk gang
nyari jalan durian eh malah kelewat sampe jalan bali,,sampe adu mulut ama ibu lagi,setelah nyasar ke jalan yang entah berantah akhirnya nemu tu jalan durian dan nemu juga studionya,
huuffff pas nyampe fotografernya uda nunggu bareng istrinya, aku ngelirik jam itu uda 23.00, dalam hati ada ya yang prewedd jam segini...hihihi
pas nyampe ganti sendal alngsung disuruh pose
kebayangkan gimana nich mau senyum uda tengah malam mana si beibi kasihan uda capek,untungnya forografernya sabaar ngasih arahan kekita,,beberapa kali shoot akhirnya selesai,,ga tau dech giaman hasilnya yang penting udaaa
pengen sich pasang fotonya tapi masih di fotografer, ini sedikit penampakan foto kita yang udah jadi itupun minta ke k'dita yang sempat motoin

trima kasih k'dita
akhirnya selesai,pas pulang aku masih dengan dandanan dan beibi masih dengan costumnya,dan itu uda tengah malam,,nyampe rumah uda sepi,,harusnya sich beibi tidur dirumah kakakq bareng orang tuanya tapi karna uda malam jadinya nginep dirumah...
itu dulu ya
besok ada yang lebih seru lagi, uda masuk H-1....
H-3
Sebenarnya rada telat nulisnya nich tapi gpp ya,,maklum nunggu ada mood baik dulu...hehehe
jadi ya saiia tuch baru cuti hari kamis-_-,,tapi balik gorontalonya rabu sore, jadi jam 5an WITA uda nyampe rumah,awalnya pangling gitu pagar2 rumah pada kemana,trus masuk dalam rumah lebih heran lagi,uda ada pelaminan dalam rumah,nah masuk kamar lebih heran lagi,ini lemari siapa??ini tempat tidurnya siapa??uda dihias segala..wuaaa gini nich kalau nikah taunya tinggal beres aja tapi sykurlah banyak yang membantu

ini penampakan kamarnya
nah ini yang lagi pasang-pasangin tendanya

sebenarnya didapur ada ibu2 juga yang lagi bikin kue tapi ga sempet saiia foto maklum lagi kaget dengan suasana rumah -_-,,
nah calin suami dimana??dia baru nyampe malang,,besok kamis baru ke gorontalo
jadi nanti disambung lagi ya
gimana kita kejar2an buat bikin prewedd padahal uda H-2 besok,
penasaran??tunggu posy selanjutnya:)
jadi ya saiia tuch baru cuti hari kamis-_-,,tapi balik gorontalonya rabu sore, jadi jam 5an WITA uda nyampe rumah,awalnya pangling gitu pagar2 rumah pada kemana,trus masuk dalam rumah lebih heran lagi,uda ada pelaminan dalam rumah,nah masuk kamar lebih heran lagi,ini lemari siapa??ini tempat tidurnya siapa??uda dihias segala..wuaaa gini nich kalau nikah taunya tinggal beres aja tapi sykurlah banyak yang membantu

ini penampakan kamarnya
nah ini yang lagi pasang-pasangin tendanya

sebenarnya didapur ada ibu2 juga yang lagi bikin kue tapi ga sempet saiia foto maklum lagi kaget dengan suasana rumah -_-,,
nah calin suami dimana??dia baru nyampe malang,,besok kamis baru ke gorontalo
jadi nanti disambung lagi ya
gimana kita kejar2an buat bikin prewedd padahal uda H-2 besok,
penasaran??tunggu posy selanjutnya:)
Jun 11, 2012
26 Mei 2012
Alhamdulillah..Alhamdulillah.. dan Alhamdulillah..
Akhirnya bisa menyempurnakan separuh agama dengan nikah.. semoga bisa menyempurnakan separuhnya dengan bertaqwa.. amiin
terima kasih ya Allah atas segala nikmat dan karuniaMu
bersambung..
Akhirnya bisa menyempurnakan separuh agama dengan nikah.. semoga bisa menyempurnakan separuhnya dengan bertaqwa.. amiin
terima kasih ya Allah atas segala nikmat dan karuniaMu
bersambung..
Jun 7, 2012
Trima Kasih Ya ALLAH
lama ya saiia ga ngisi blog ini
tadi sore pas dikantor semuanya lagi pada sibuk nyelesain kerjaan dikantor maklum uda mendekati pulul 05.00pm aq malah masih ngebaca forum kajian islam di email kantor,
lagi baca2 semua cerita di forum entah kenapa inget suami yang lagi jauh disana..hhmmm meweek lagi
sampe terpikir ALLAH ngasih aq nikmat yang tak terhingga,aq diberi imam yang bener2 bisa membuat aq lebih deket dengan ALLAH,siapa yang menyangka jarak Gorontalo-Malang yang begitu jauh tapi kami bisa dipertemukan dan bisa menikah:):):)
balik lagi ke topik awal ya, hubbyq slalu membuat aq slalu dekat dengan ALLAH, dhuha menjadi tumpuan kami untuk meminta dan membangun istana kelak di akhirat, tahajud menjadi wadah kami untuk bersyukur dan lebih dekat dengan yang Maha Pencipta.
kalau diurain satu-persatu terlalu banyak yang sudah diberikan hubbyq, smoga kita bisa menjadi manusia yang berguna ya beib:):)jadi kangen beib nich

intinya Trima Kasih ya ALLAH telah memilihkan jodoh untukku
tadi sore pas dikantor semuanya lagi pada sibuk nyelesain kerjaan dikantor maklum uda mendekati pulul 05.00pm aq malah masih ngebaca forum kajian islam di email kantor,
lagi baca2 semua cerita di forum entah kenapa inget suami yang lagi jauh disana..hhmmm meweek lagi
sampe terpikir ALLAH ngasih aq nikmat yang tak terhingga,aq diberi imam yang bener2 bisa membuat aq lebih deket dengan ALLAH,siapa yang menyangka jarak Gorontalo-Malang yang begitu jauh tapi kami bisa dipertemukan dan bisa menikah:):):)
balik lagi ke topik awal ya, hubbyq slalu membuat aq slalu dekat dengan ALLAH, dhuha menjadi tumpuan kami untuk meminta dan membangun istana kelak di akhirat, tahajud menjadi wadah kami untuk bersyukur dan lebih dekat dengan yang Maha Pencipta.
kalau diurain satu-persatu terlalu banyak yang sudah diberikan hubbyq, smoga kita bisa menjadi manusia yang berguna ya beib:):)jadi kangen beib nich

intinya Trima Kasih ya ALLAH telah memilihkan jodoh untukku
May 16, 2012
Ayah-Ibu Kembalikan Tangan Dita
Sepasang suami istri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anaknya untuk diasuh oleh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia 3,5 tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya ke tempat kerja menggunakan motor karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,
“Kerjaan siapa ini !!!”
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan
“Saya tidak tahu..tuan.”
“Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata,
“Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kaaan…!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya.
“Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.
“Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas.
“Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.
“Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap”. kata majikannya itu.
Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.
“Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah. “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
“Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang.
Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.
CATATAN: Buat anda yang telah menjadi orang tua dan atau calon orang tua. Ingatlah….semarah apapun anda, janganlah bertindak berlebihan. Sebagai orang tua, kita patut untuk saling menjaga perbuatan kita terutama pada anak2 yg masih kecil karena mereka masih belum tau dan belum mengerti apa2.
dan ingatlah, anak adalah anugrah dan amanah yang dititipkan oleh TUHAN untuk kita.
referensi : mailist parakontel
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya ke tempat kerja menggunakan motor karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,
“Kerjaan siapa ini !!!”
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan
“Saya tidak tahu..tuan.”
“Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata,
“Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kaaan…!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya.
“Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.
“Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas.
“Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.
“Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap”. kata majikannya itu.
Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.
“Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah. “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
“Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang.
Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.
CATATAN: Buat anda yang telah menjadi orang tua dan atau calon orang tua. Ingatlah….semarah apapun anda, janganlah bertindak berlebihan. Sebagai orang tua, kita patut untuk saling menjaga perbuatan kita terutama pada anak2 yg masih kecil karena mereka masih belum tau dan belum mengerti apa2.
dan ingatlah, anak adalah anugrah dan amanah yang dititipkan oleh TUHAN untuk kita.
referensi : mailist parakontel
May 15, 2012
Tiket pernikahan sudah siaaaaap
Alhamdulillah.. akhirnya tiket perjalanan untuk acara nikah sudah terbeli semua. Semoga lancar, aman, dan selamat sampai tujuan.. amiin.. amiin.. Yaa Rabbal 'alamiin..

Terima kasih buat koko dan eltisa sudah bersedia dipinjam kartu kreditnya, karena pembelian dg kartu kredit BNI untuk tiket sriwijaya dapat harga special “buy 1 get 2“
Terima kasih buat koko dan eltisa sudah bersedia dipinjam kartu kreditnya, karena pembelian dg kartu kredit BNI untuk tiket sriwijaya dapat harga special “buy 1 get 2“
Betapa Pemurahnya Allah
Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah ini :
copas dari republika
Tidak pernah terpikir olehku untuk bisa berhaji di waktu masih muda, karena secara finansial butuh waktu lama untuk bisa mengumpulkan uang Rp 65.500.000 sebagai ongkos naik haji bersama istriku. Alhamdulillah, di tahun 2008 kemarin, kami melaksanakan rukun Islam kelima ini.
Awal mulanya waktu itu tahun 2006 setelah selesai sholat subuh, aku hidupkan TV untuk menunggu pagi. Berita pagi di salah satu stasiun TV waktu itu menayangkan berita tentang haji, di mana waktu itu disiarkan jamaah haji sedang bergerak menuju Arafah untuk wukuf. Kalau tidak salah saat itu adalah haji akbar.
Tidak tahu dari mana datangnya, tiba-tiba tubuhku bergetar, merinding, air mataku mengucur deras, menangis sejadi-jadinya, seketika itu aku bersujud kepada Allah SWT, kusampaikan keinginanku yang sangat mendadak itu untuk dapat ke Baitullah.
Tahun 2006, aku bertekad bulat membuka tabungan haji bersama istriku meski dengan setoran awal minimum. Aku hanya pasrah kepada Allah kapan aku bisa ke Baitulloh karena keterbatasan finansial. Tanpa disangka, rezeki datang dengan deras sehingga akhirnya aku bisa berangkat di tahun 2008 bersama istriku… Alhamdulillah ya Allah.
Mendekati waktu berangkat, hati ini campur aduk rasanya antara bahagia akan ke Baitulloh dan sedih karena meninggalkan anakku yang wkt itu berumur 3,5 tahun, sedang lucu-lucunya. Istriku tidak kuasa menahan air matanya, sedangkan aku berusaha tabah karena ini adalah perintah Allah.
Menangis di makam Rasullulah
Sampai di Jeddah, kami menuju Madinah dan tiba di maktab jam 21.30 malam. Subuh kami mulai melaksanakan arba’in. Selesai sholat subuh pertama kali di Masjid Nabawi saya menuju Roudhoh melalui pintu Babussalam.
Sampai di depan makam Rasulullah, aku berhenti dan tak kuasa menahan tangis. Betapa bahagianya aku bisa melihat makam manusia termulia di muka bumi yang setiap hari selalu aku sebut dalam sholat maupun sholawat. Tidak pun bisa bertemu langsung, melihat makamnya saja sudah sangat bahagia dan rindu.
Tangis tak kuasa aku hentikan, betapa Allah Maha Pemurah. Bagaimana tidak, aku yang hanya orang biasa tanpa keistimewaan apa-apa diberi kesempatan beribadah di tempat mulia tersebut. Kurang lebih setengah jam aku terhanyut dalam tangis yang akhirnya aku sadar bahwa aku berada di tengah berjubel-jubel orang. Akhirnya aku terseret arus keluar dari Babussalam. Sebuah kepuasan batin yang tiada tara, sungguh indah, sungguh lembut belaian Allah Sang Maha Pencipta.
Ibadah wukuf di Arafah
Peristiwa yang sungguh tidak dapat aku lupakan sampai sekarang adalah waktu melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. Malam menjelang berangkat ke Arafah kami bersama jamaah serombongan saling bermaafan menuntaskan urusan antarsesama manusia. Suasana haru dipenuhi tangis karena seakan-akan kami akan dihisab esok harinya, berhadapan lamngsung dengan Sang Pencipta.
Sungguh hatiku ciut saat itu, tapi rasa bahagia lebih besar karena esok adalah wukuf, hari yang kutunggu-tunggu. Semalam di Arafah aku tak mampu memejamkan mata barang sedetik pun. Bukan karena cuaca dingin waktu itu, tapi karena hatiku bercampur aduk rasanya. Tidak kurasakan lelah raga dan mataku, hingga akhirnya waktu wukuf pun tiba.
Masih teringat betul waktu itu sambil mendengarkan khotbah wukuf aku bertasbih, terus.. terus.. sampai kurang lebih 15 menit aku lihat di jam tanganku, aku terus bertasbih. Dalam bertasbih aku menangis terisak-isak terbayang dosa-dosaku. Aku terhanyut dalam tangisan dan aku merasakan udara menjadi dingin, langit teduh, suara tasbih menggema, air mataku tak kuasa kuhentikan.
Udara yang dingin, langit yang teduh menjadikan aku semakin terhanyut dalam tangis. Tak terasa terdengar adzan ashar, kuhentikan tasbih, kurasakan udara kembali panas seperti semula sebelum wukuf. Aku hanya tersadar dan mampu mendengar khotbah wukuf hanya 15 menit pertama, setelahnya aku terhanyut dalam tangis dan tasbih yang menggema diiringi udara dingin sejuk yang berhembus
Sampai dengan sekarang, bila teringat akan hal tersebut, terkadang aku masih menitikkan air mata. Betapa pemurahnya Allah, betapa pemaafnya Allah kepada hamba-hambanya seperti diriku yang hina.
Syaiful Anwar
Jamaah Haji 2008
Sumber : http://www.jurnalhaji.com/category/pengalaman-umrah-dan-haji/page/2/
copas dari republika
Awal mulanya waktu itu tahun 2006 setelah selesai sholat subuh, aku hidupkan TV untuk menunggu pagi. Berita pagi di salah satu stasiun TV waktu itu menayangkan berita tentang haji, di mana waktu itu disiarkan jamaah haji sedang bergerak menuju Arafah untuk wukuf. Kalau tidak salah saat itu adalah haji akbar.
Tidak tahu dari mana datangnya, tiba-tiba tubuhku bergetar, merinding, air mataku mengucur deras, menangis sejadi-jadinya, seketika itu aku bersujud kepada Allah SWT, kusampaikan keinginanku yang sangat mendadak itu untuk dapat ke Baitullah.
Tahun 2006, aku bertekad bulat membuka tabungan haji bersama istriku meski dengan setoran awal minimum. Aku hanya pasrah kepada Allah kapan aku bisa ke Baitulloh karena keterbatasan finansial. Tanpa disangka, rezeki datang dengan deras sehingga akhirnya aku bisa berangkat di tahun 2008 bersama istriku… Alhamdulillah ya Allah.
Mendekati waktu berangkat, hati ini campur aduk rasanya antara bahagia akan ke Baitulloh dan sedih karena meninggalkan anakku yang wkt itu berumur 3,5 tahun, sedang lucu-lucunya. Istriku tidak kuasa menahan air matanya, sedangkan aku berusaha tabah karena ini adalah perintah Allah.
Menangis di makam Rasullulah
Sampai di Jeddah, kami menuju Madinah dan tiba di maktab jam 21.30 malam. Subuh kami mulai melaksanakan arba’in. Selesai sholat subuh pertama kali di Masjid Nabawi saya menuju Roudhoh melalui pintu Babussalam.
Sampai di depan makam Rasulullah, aku berhenti dan tak kuasa menahan tangis. Betapa bahagianya aku bisa melihat makam manusia termulia di muka bumi yang setiap hari selalu aku sebut dalam sholat maupun sholawat. Tidak pun bisa bertemu langsung, melihat makamnya saja sudah sangat bahagia dan rindu.
Tangis tak kuasa aku hentikan, betapa Allah Maha Pemurah. Bagaimana tidak, aku yang hanya orang biasa tanpa keistimewaan apa-apa diberi kesempatan beribadah di tempat mulia tersebut. Kurang lebih setengah jam aku terhanyut dalam tangis yang akhirnya aku sadar bahwa aku berada di tengah berjubel-jubel orang. Akhirnya aku terseret arus keluar dari Babussalam. Sebuah kepuasan batin yang tiada tara, sungguh indah, sungguh lembut belaian Allah Sang Maha Pencipta.
Ibadah wukuf di Arafah
Peristiwa yang sungguh tidak dapat aku lupakan sampai sekarang adalah waktu melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. Malam menjelang berangkat ke Arafah kami bersama jamaah serombongan saling bermaafan menuntaskan urusan antarsesama manusia. Suasana haru dipenuhi tangis karena seakan-akan kami akan dihisab esok harinya, berhadapan lamngsung dengan Sang Pencipta.
Sungguh hatiku ciut saat itu, tapi rasa bahagia lebih besar karena esok adalah wukuf, hari yang kutunggu-tunggu. Semalam di Arafah aku tak mampu memejamkan mata barang sedetik pun. Bukan karena cuaca dingin waktu itu, tapi karena hatiku bercampur aduk rasanya. Tidak kurasakan lelah raga dan mataku, hingga akhirnya waktu wukuf pun tiba.
Masih teringat betul waktu itu sambil mendengarkan khotbah wukuf aku bertasbih, terus.. terus.. sampai kurang lebih 15 menit aku lihat di jam tanganku, aku terus bertasbih. Dalam bertasbih aku menangis terisak-isak terbayang dosa-dosaku. Aku terhanyut dalam tangisan dan aku merasakan udara menjadi dingin, langit teduh, suara tasbih menggema, air mataku tak kuasa kuhentikan.
Udara yang dingin, langit yang teduh menjadikan aku semakin terhanyut dalam tangis. Tak terasa terdengar adzan ashar, kuhentikan tasbih, kurasakan udara kembali panas seperti semula sebelum wukuf. Aku hanya tersadar dan mampu mendengar khotbah wukuf hanya 15 menit pertama, setelahnya aku terhanyut dalam tangis dan tasbih yang menggema diiringi udara dingin sejuk yang berhembus
Sampai dengan sekarang, bila teringat akan hal tersebut, terkadang aku masih menitikkan air mata. Betapa pemurahnya Allah, betapa pemaafnya Allah kepada hamba-hambanya seperti diriku yang hina.
Syaiful Anwar
Jamaah Haji 2008
Sumber : http://www.jurnalhaji.com/category/pengalaman-umrah-dan-haji/page/2/
May 14, 2012
Amiin Ya Allah
Ya Allah Alhamdulillah dan terima kasih atas nikmat dan karunia yg telah Engkau berikan
Engkau telah memberi kami rejeki dan jodoh
Engkau telah membuat kami sempurna
Engkau telah membuat kami berpasangan
Ya Allah nanti tanggal 26 Mei 2012, kami akan melangsungkan pernikahan
kami mohon keridloanMu Ya Allah
kami mohon bimbinganMu Ya Allah
kami mohon niat, maksud dan tujuan kami, dan apa yang akan kami lakukan,
selalu Engkau Tuntun ke jalanMu, jalan yang membuat Engkau ridlo
Kami mohon ya Allah, dengan bertambahnya nikmat ini,
buatlah kami untuk selalu bersyukur
buatlah kami untuk selalu ridlo dengan segala ketetapanMu
dan buatlah kami untuk selalu mengingatMu
Ya Allah saya sayang dengan calon istriku, jodoh yang Engkau ciptakan untukku
jadikanlah rasa sayang dan cinta ini, jadi jalan menuju ridloMu
jadi jalan untuk bertambahnya amal ibadah kepadaMu
jadi jalan untuk menggapai sunnahMu
Ya Allah kami meng-amini doa NabiMu
Kabulkanlah ya Allah
"Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya,
memberkati mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka,
menjadikan pembuka pintu-pintu rahmad,
sumber ilmu dan hikmah, serta pemberi rasa aman bagi umat."
Astagfirullahal Adziiim
Astagfirullahal Adziiim
Astagfirullahal Adziiim
Amiin
Engkau telah memberi kami rejeki dan jodoh
Engkau telah membuat kami sempurna
Engkau telah membuat kami berpasangan
Ya Allah nanti tanggal 26 Mei 2012, kami akan melangsungkan pernikahan
kami mohon keridloanMu Ya Allah
kami mohon bimbinganMu Ya Allah
kami mohon niat, maksud dan tujuan kami, dan apa yang akan kami lakukan,
selalu Engkau Tuntun ke jalanMu, jalan yang membuat Engkau ridlo
Kami mohon ya Allah, dengan bertambahnya nikmat ini,
buatlah kami untuk selalu bersyukur
buatlah kami untuk selalu ridlo dengan segala ketetapanMu
dan buatlah kami untuk selalu mengingatMu
Ya Allah saya sayang dengan calon istriku, jodoh yang Engkau ciptakan untukku
jadikanlah rasa sayang dan cinta ini, jadi jalan menuju ridloMu
jadi jalan untuk bertambahnya amal ibadah kepadaMu
jadi jalan untuk menggapai sunnahMu
Ya Allah kami meng-amini doa NabiMu
Kabulkanlah ya Allah
"Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya,
memberkati mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka,
menjadikan pembuka pintu-pintu rahmad,
sumber ilmu dan hikmah, serta pemberi rasa aman bagi umat."
Astagfirullahal Adziiim
Astagfirullahal Adziiim
Astagfirullahal Adziiim
Amiin
cincin tunangan part 2
Dari segi pandangan hukum islam :
Hukum emas dan sutera haram, dan tidak satupun ulama mazhab yang membantahnya. Ali bin Abu Talib r.a. berkata, "Rasulullah s.a.w. mengambil sutera, beliau letakkan di sebelah kanannya, dan beliau mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas beliau bersabda, kedua ini haram buat laki-laki dari umatku." (HR Ahmad, Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah), Tetapi Ibnu Majah menambah, "emas itu halal untuk wanita".
Nabi s.a.w. juga pernah melihat laki-laki memakai cincin emas di tangannya, kemudian Nabi SAW mencabut cincin itu, lantas membuangnya ke tanah, kemudian beliau bersabda, "Salah seorang diantara kamu ini sengaja mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya. Setelah Rasulullah pergi, kepada laki-laki tersebut dikatakan, "Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah". Maka jawabnya, "Tidak! Demi Allah, saya tidak mengambil cincin yang telah dibuang oleh Rasulullah". (HR Muslim).
Itulah mengapa saya memilih bahan dari silver, dan semoga tidak termasuk dalam kategori menyerupai perempuan dan diperbolehkan. Sebenarnya saya sendiri masih mencari sumber tentang bagaimana hukum memakai cincin silver
sumber :http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/pojok-arifin-ilham/12/04/30/m3a69m-kami-dengar-dan-kami-taat)
Hukum emas dan sutera haram, dan tidak satupun ulama mazhab yang membantahnya. Ali bin Abu Talib r.a. berkata, "Rasulullah s.a.w. mengambil sutera, beliau letakkan di sebelah kanannya, dan beliau mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas beliau bersabda, kedua ini haram buat laki-laki dari umatku." (HR Ahmad, Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah), Tetapi Ibnu Majah menambah, "emas itu halal untuk wanita".
Nabi s.a.w. juga pernah melihat laki-laki memakai cincin emas di tangannya, kemudian Nabi SAW mencabut cincin itu, lantas membuangnya ke tanah, kemudian beliau bersabda, "Salah seorang diantara kamu ini sengaja mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya. Setelah Rasulullah pergi, kepada laki-laki tersebut dikatakan, "Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah". Maka jawabnya, "Tidak! Demi Allah, saya tidak mengambil cincin yang telah dibuang oleh Rasulullah". (HR Muslim).
Itulah mengapa saya memilih bahan dari silver, dan semoga tidak termasuk dalam kategori menyerupai perempuan dan diperbolehkan. Sebenarnya saya sendiri masih mencari sumber tentang bagaimana hukum memakai cincin silver
sumber :http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/pojok-arifin-ilham/12/04/30/m3a69m-kami-dengar-dan-kami-taat)
May 3, 2012
Cincin Tunangan
Browsing sana, browsing sini, Tanya mbah google tentang model cincin nikah, Tanya temen2 dimana bikin cincin nikah…
Akhirnya terpilihlah model …

Modelnya bagus, exclusive dan elegant
Kemudian kita bikin cinciiiin, jangan lupa searching2 dalam pemilihan bahan/kadar emas/silver/berlian yang bagus, termasuk dari segi pandangan agama :
1.Bahan :
EMAS
Emas (dibaca/'goold/) adalah unsur kimia kimia dengan lambang Au (bahasa Latin: aurum) dan dengan nomor bilangan atom 79. Emas memancarkan cahaya warna dan kilauan kuning cerah mengkilap secara tradisional dipertimbangkan menarik, dan tidak berkarat di udara atau air.
Industri modern, seperti ilmu kesehatan gigi dan elektronik di mana emas sering digunakan karena secara tradisional emas tidak dapat teroksidasi oleh korosi. Karena lunaknya emas murni (24 karat), emas biasanya dicampur dengan logam dasar lain untuk penggunaan barang-barang perhiasan, mengubah kekerasan, kelenturan, titik lebur, warna dan bentuk. Emas yang tercampur dengan logam lain, yang berisi dalam (%) porsen tembaga, atau (%) posen perak dan (%) porsen Palladium (Di Indonesia dikenal dengan sebutan emas putih) akan merubah karat kemurniannya, biasanya menjadi 22karat, 18 karat, 14 karat atau 10 karat.
Tembaga adalah paling umum dipakai sebagai bahancampuran logam dasar, yang mebuat warna emas menjadi kemerahan. Emas sebesar delapan belas karat (18K) akan berisi tembaga sebanyak 25%, dapat ditemukan di barang-barang perhiasan.
Ketika membeli emas jangan lupa :
1. Pastikan Kadar Kemurnian Emas, sesuai dengan Standar Internasional:
Emas 24 Karat (emas murni) berkomposisi 99.99% emas,
Emas 22 Karat berkomposisi 91.7% emas dan 8.3% campuran bahan lain (perak),
Emas 20 Karat berkomposisi 83.3% emas,
Emas 18 Karat berkomposisi 75.0% emas,
2. Simpan Bukti Pembelian dan Bukti Keaslian Emas Hal ini adalah sebagai bukti keaslian bilamana anda menjual emas kembali ke tempat Anda membelinya, karena tentu akan lebih mudah dan tidak ada banya pertanyaan seputar emasnya.
SILVER atau PERAK:
Kadar perak 925 adalah prosentase kandungan logam perak,perbandingan dari 92,5% perak murni + 7,5% tembaga dalam sebuah perak yang dibuat perhiasan. 925 adalah kadar di dalam logam perak seperti halnya dalam emas 22 K. sebagai perbandingan antara kadar perak dengan kadar emas adalah seperti ini :
Perak : emas
999 % 24 karat
925 % 22 karat
800 % 14 Karat
Jika perhiasan perak dibuat dengan kadar 999% maka perhiasan tersebut sangat lunak sehingga mudah berubah bentuk (rusak/peyok dalam istilah jawa) dan jika di bawah kadar 925% perak akan mudah teroksidasi (efek yang tampak adalah lebih cepat berwarna kusam/hitam), maka kadar 925% adalah kadar yang terbaik untuk perhiasan dari perak. kadar 925 oleh dunia dijadikan sebagai kadar standar internasional (sterling silver) dan juga disebut sebagai perak asli.
BERLIAN
Berlian sendiri merupakan batu mulia yang terbuat dari senyawa karbon dimana dalam prosesnya memakan waktu yang sangat lama mencapai 3 – 5 abad sehingga bisa dimaklumi batu mulia ini termasuk dalam kategori barang Lux bagi yang mengetahuinya.
Berlian/Diamond mempunyai tingkat kekerasannya yang sempurna yakni 10 mol, dimana kekerasan tersebut dapat memecahkan kaca, bahkan dapat mengalahkan besi atau baja sekalipun.
Ada 4 cara untuk menilai baik atau kualitas sebuah berlian yakni :
1. Carats, adalah besar kecilnya berlian dengan cara ditimbang atau di lub. Semakin berat ukurannya maka semakin mahal pula harganya. Berlian terkecil adalah 0,05 carat dimana berlian itu dapat disebut dengan berat setengah mata.
2. Clarity, adalah kejernihan. Dimana semakin berlian itu jernih tanpa ada cacat / goresan hitam maupun putih maka semakin mahal. Kejernihan berlian ditunjukan dengan 2 kode huruf tertentu seperti vvs,vs, is, i dengan diikuti angka di belakangnya seperti vvs 1 yang artinya sangat jernih, dsb.
3. Colour, adalah warna yang menunjukan variasi harga tergantung dengan kesenangan seseorang. Warna tersebut dapat dinotasikan sebagai acuan untu melihat cahaya yang akan memantulkan jika dipantulkan dengan cahaya.
4. Cutting, adalah setiap potongan ruas pada berlian akan membuat kilauan yang dihasilkan oleh batu mulia akan berbeda, contohnya seperti single cutting dimana potongan tiap ruasnya paling sedit dibandingkan dengan rose cutting / arrow cutting.
Semoga penjelasan secara sederhana ini, bisa membantu dalam memahami dan menentukan berharga atau tidaknya sebuah emas, silver dan berlian/diamond.
Bersambung...
sumber : diambil dari beberapa sumber di internet
Akhirnya terpilihlah model …
Modelnya bagus, exclusive dan elegant
Kemudian kita bikin cinciiiin, jangan lupa searching2 dalam pemilihan bahan/kadar emas/silver/berlian yang bagus, termasuk dari segi pandangan agama :
1.Bahan :
EMAS
Emas (dibaca/'goold/) adalah unsur kimia kimia dengan lambang Au (bahasa Latin: aurum) dan dengan nomor bilangan atom 79. Emas memancarkan cahaya warna dan kilauan kuning cerah mengkilap secara tradisional dipertimbangkan menarik, dan tidak berkarat di udara atau air.
Industri modern, seperti ilmu kesehatan gigi dan elektronik di mana emas sering digunakan karena secara tradisional emas tidak dapat teroksidasi oleh korosi. Karena lunaknya emas murni (24 karat), emas biasanya dicampur dengan logam dasar lain untuk penggunaan barang-barang perhiasan, mengubah kekerasan, kelenturan, titik lebur, warna dan bentuk. Emas yang tercampur dengan logam lain, yang berisi dalam (%) porsen tembaga, atau (%) posen perak dan (%) porsen Palladium (Di Indonesia dikenal dengan sebutan emas putih) akan merubah karat kemurniannya, biasanya menjadi 22karat, 18 karat, 14 karat atau 10 karat.
Tembaga adalah paling umum dipakai sebagai bahancampuran logam dasar, yang mebuat warna emas menjadi kemerahan. Emas sebesar delapan belas karat (18K) akan berisi tembaga sebanyak 25%, dapat ditemukan di barang-barang perhiasan.
Ketika membeli emas jangan lupa :
1. Pastikan Kadar Kemurnian Emas, sesuai dengan Standar Internasional:
Emas 24 Karat (emas murni) berkomposisi 99.99% emas,
Emas 22 Karat berkomposisi 91.7% emas dan 8.3% campuran bahan lain (perak),
Emas 20 Karat berkomposisi 83.3% emas,
Emas 18 Karat berkomposisi 75.0% emas,
2. Simpan Bukti Pembelian dan Bukti Keaslian Emas Hal ini adalah sebagai bukti keaslian bilamana anda menjual emas kembali ke tempat Anda membelinya, karena tentu akan lebih mudah dan tidak ada banya pertanyaan seputar emasnya.
SILVER atau PERAK:
Kadar perak 925 adalah prosentase kandungan logam perak,perbandingan dari 92,5% perak murni + 7,5% tembaga dalam sebuah perak yang dibuat perhiasan. 925 adalah kadar di dalam logam perak seperti halnya dalam emas 22 K. sebagai perbandingan antara kadar perak dengan kadar emas adalah seperti ini :
Perak : emas
999 % 24 karat
925 % 22 karat
800 % 14 Karat
Jika perhiasan perak dibuat dengan kadar 999% maka perhiasan tersebut sangat lunak sehingga mudah berubah bentuk (rusak/peyok dalam istilah jawa) dan jika di bawah kadar 925% perak akan mudah teroksidasi (efek yang tampak adalah lebih cepat berwarna kusam/hitam), maka kadar 925% adalah kadar yang terbaik untuk perhiasan dari perak. kadar 925 oleh dunia dijadikan sebagai kadar standar internasional (sterling silver) dan juga disebut sebagai perak asli.
BERLIAN
Berlian sendiri merupakan batu mulia yang terbuat dari senyawa karbon dimana dalam prosesnya memakan waktu yang sangat lama mencapai 3 – 5 abad sehingga bisa dimaklumi batu mulia ini termasuk dalam kategori barang Lux bagi yang mengetahuinya.
Berlian/Diamond mempunyai tingkat kekerasannya yang sempurna yakni 10 mol, dimana kekerasan tersebut dapat memecahkan kaca, bahkan dapat mengalahkan besi atau baja sekalipun.
Ada 4 cara untuk menilai baik atau kualitas sebuah berlian yakni :
1. Carats, adalah besar kecilnya berlian dengan cara ditimbang atau di lub. Semakin berat ukurannya maka semakin mahal pula harganya. Berlian terkecil adalah 0,05 carat dimana berlian itu dapat disebut dengan berat setengah mata.
2. Clarity, adalah kejernihan. Dimana semakin berlian itu jernih tanpa ada cacat / goresan hitam maupun putih maka semakin mahal. Kejernihan berlian ditunjukan dengan 2 kode huruf tertentu seperti vvs,vs, is, i dengan diikuti angka di belakangnya seperti vvs 1 yang artinya sangat jernih, dsb.
3. Colour, adalah warna yang menunjukan variasi harga tergantung dengan kesenangan seseorang. Warna tersebut dapat dinotasikan sebagai acuan untu melihat cahaya yang akan memantulkan jika dipantulkan dengan cahaya.
4. Cutting, adalah setiap potongan ruas pada berlian akan membuat kilauan yang dihasilkan oleh batu mulia akan berbeda, contohnya seperti single cutting dimana potongan tiap ruasnya paling sedit dibandingkan dengan rose cutting / arrow cutting.
Semoga penjelasan secara sederhana ini, bisa membantu dalam memahami dan menentukan berharga atau tidaknya sebuah emas, silver dan berlian/diamond.
Bersambung...
sumber : diambil dari beberapa sumber di internet
Yakin episode 5
Alhamdulillah sudah menjadi jadwal rutin, selepas sholat shubuh di masjid kemudian ngaji sama Ust. Yusuf Mansur di salah satu tv nasional.
Pada episode kali ini bercerita tentang keyakinan bahwa disetiap kondisi dan keadaan apapun pasti ada sebuah pilihan yang terbaik untuk kita.
Dikisahkan ada keluarga yang akan melahirkan, tetapi vonis dokter menyatakan hanya satu diantara bayi dan ibu yang akan selamat. Tetapi dengan kehendak Allah pasti ada pilihan yang ketiga yaitu ibu dan bayi selamat. Tinggal kita yakinnya yang mana.
Yakin inilah yang menjadi kuajiban kita untuk meyakininya. “Tidak ada daya dan upaya apapun jika Allah sudah berkehendak”. Yakin bukan berarti dilalui dengan pasrah, tetapi harus dilalui dengan jalan Allah : sholat wajib berjamaah, sholat sunnah rowatib, sholat tahajud, sholat dluha, sedekah, dan amalan-amalan lain yang telah di ajarakan oleh Rosulullah dan sempurnakan ikhtiar.
Yakin bukan juga memaksakan bahwa hasilnya harus seperti ini atau itu. Tetapi kerelaan kita, keridloan kita, keikhlasan kita untuk menerima dan melaksanakan yang menjadi Ridlo Allah, Itulah yakin kita.Itulah yang terbaik buat kita.
Ayo kita mulai dari diri kita untuk meyakini bahwa inilah yang terbaik buat kita, yang menjadi ridlo Allah adalah ridlo kita, yang kita harapakan semoga diridloi Allah.. Amiin..
Ya Allah berilah kami kekuatan dan kemampuan untuk menjalankan segala yang menjadi keridloanMu.. Amiin..
Pada episode kali ini bercerita tentang keyakinan bahwa disetiap kondisi dan keadaan apapun pasti ada sebuah pilihan yang terbaik untuk kita.
Dikisahkan ada keluarga yang akan melahirkan, tetapi vonis dokter menyatakan hanya satu diantara bayi dan ibu yang akan selamat. Tetapi dengan kehendak Allah pasti ada pilihan yang ketiga yaitu ibu dan bayi selamat. Tinggal kita yakinnya yang mana.
Yakin inilah yang menjadi kuajiban kita untuk meyakininya. “Tidak ada daya dan upaya apapun jika Allah sudah berkehendak”. Yakin bukan berarti dilalui dengan pasrah, tetapi harus dilalui dengan jalan Allah : sholat wajib berjamaah, sholat sunnah rowatib, sholat tahajud, sholat dluha, sedekah, dan amalan-amalan lain yang telah di ajarakan oleh Rosulullah dan sempurnakan ikhtiar.
Yakin bukan juga memaksakan bahwa hasilnya harus seperti ini atau itu. Tetapi kerelaan kita, keridloan kita, keikhlasan kita untuk menerima dan melaksanakan yang menjadi Ridlo Allah, Itulah yakin kita.Itulah yang terbaik buat kita.
Ayo kita mulai dari diri kita untuk meyakini bahwa inilah yang terbaik buat kita, yang menjadi ridlo Allah adalah ridlo kita, yang kita harapakan semoga diridloi Allah.. Amiin..
Ya Allah berilah kami kekuatan dan kemampuan untuk menjalankan segala yang menjadi keridloanMu.. Amiin..
Dzikir ba'da sholat
xأَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِِ 3
(Aku mohon ampun kepada Allah,Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan kecuali Allah, Dzat yang Maha Hidup dan terus Hidup, dan kami mohon ampun kepadaMu ya Allah)
xلاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر. 3
(Tidak ada Tuhan selain Allah, dzat yang Maha Esa, tidak ada sekutu untukNya (tidak ada yang menyamai), dzat yang mempunyai kerajaan dan semua pujian. Dzat yang menghidupkan dan mematikan, dan berkuasa atas segala sesuatu)
xأَللّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ 3
(Ya Allah lindungilah kami dari api neraka).
أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ
xتَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ. 1
(Ya Allah Engkaulah As-Salam (keselamatan, keberkahan, kemulian, ketenangan) dan keselamatan dari-Mu dan keselamatan kembali padaMu, berilah keselamatan dalam hidup kami, Dan masukkan kami ke dalam surga Darussalam, Maha Suci Engkau ya Rabb yang Maha Luhur, yang Maha agung dan Maha Mulia).
أَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
(Ya Allah tiada orang yang menghalangi terhadap apa yang telah Engkau berikan dan tiada orang yang memberi terhadap apa yang telah Engkau halangi dan kekayaan orang yang kaya itu tidak akan bisa menyelamatkan dia dari siksa-Mu).
Allahumma a’inna ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik1x
(Ya Allah anugerahkanlah pertolongan kepada kami untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik kepada-Mu)


xاِلهِ يَا رَبِّيْ اَنْتَ مَوْلنَا1
سُبْحَنَ اللّه.×33
(Allah Maha suci)
أَلْحَمْدُ لِلّهِ.×33
(Segala puji hanya bagi Allah)
أَللّهُ أَكْبَرُ×33
(Allah Maha besar)
أَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَه‘ لاَشَرِيْكَ لَه‘، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ.
xلآاِلهَ اِلاَّ اللّه 33
(Aku mohon ampun kepada Allah,Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan kecuali Allah, Dzat yang Maha Hidup dan terus Hidup, dan kami mohon ampun kepadaMu ya Allah)
xلاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر. 3
(Tidak ada Tuhan selain Allah, dzat yang Maha Esa, tidak ada sekutu untukNya (tidak ada yang menyamai), dzat yang mempunyai kerajaan dan semua pujian. Dzat yang menghidupkan dan mematikan, dan berkuasa atas segala sesuatu)
xأَللّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ 3
(Ya Allah lindungilah kami dari api neraka).
أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ
xتَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ. 1
(Ya Allah Engkaulah As-Salam (keselamatan, keberkahan, kemulian, ketenangan) dan keselamatan dari-Mu dan keselamatan kembali padaMu, berilah keselamatan dalam hidup kami, Dan masukkan kami ke dalam surga Darussalam, Maha Suci Engkau ya Rabb yang Maha Luhur, yang Maha agung dan Maha Mulia).
أَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
(Ya Allah tiada orang yang menghalangi terhadap apa yang telah Engkau berikan dan tiada orang yang memberi terhadap apa yang telah Engkau halangi dan kekayaan orang yang kaya itu tidak akan bisa menyelamatkan dia dari siksa-Mu).
Allahumma a’inna ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik1x
(Ya Allah anugerahkanlah pertolongan kepada kami untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik kepada-Mu)
xاِلهِ يَا رَبِّيْ اَنْتَ مَوْلنَا1
سُبْحَنَ اللّه.×33
(Allah Maha suci)
أَلْحَمْدُ لِلّهِ.×33
(Segala puji hanya bagi Allah)
أَللّهُ أَكْبَرُ×33
(Allah Maha besar)
أَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَه‘ لاَشَرِيْكَ لَه‘، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ.
xلآاِلهَ اِلاَّ اللّه 33
Aku Terpaksa Menikahinya
Terkadang kita lupa bahwa keadaan yg ada sekarang adalah yang terbaik yang kita miliki : kasih sayang ibu-bapak, istri-suami, anak, makanan, dll. Dan bersyukur menjadikan keadaan itu jadi sempurna…
Jangan sampai terlambat kita menyadarinya...
-------------------------------------------------------------------------------------
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana?
Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Sumber : http://ilham.web.id/aku-terpaksa-menikahinya
Jangan sampai terlambat kita menyadarinya...
-------------------------------------------------------------------------------------
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana?
Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Sumber : http://ilham.web.id/aku-terpaksa-menikahinya
May 1, 2012
Lamaran’s Day part 2
Setelah proses lamaran diterima, tuker cincinlah kami
Kemudian dilanjut dg diskusi tentang waktu dan tempat pelaksanan, acara- acara pernikahan serta biaya yang dibutuhkan. Untuk waktu dan tempat disepakati tanggal 26 mei 2012 (lebih tepatnya mengacu ke kalender islami yakni bulan Rajab) sebagai hari nikah : akad nikah pagi, dan resepsi malam hari.
Acara yg akan dilakuin :
1. 3 minggu atau sebulan sebelum hari nikah, dilakukan acara seserahan lagi. Acara ini dimaksudkan untuk member tahu ke pemerintah setempat, ulama, dan masyarakat kalau dalam waktu dekat akan diadakan acara pernikahan. Mungkin acara ini hanya ada di Gorontalo. Berhubung dari keluarga kami tidak bisa hadir, maka diwakilkan.
Seserahana, biaya nikah semua diperlihatkan kepada para hadirin. Dan ada semacam acara saling perkenalan antar keluarga.
2. Acara kedua : Khataman alquran. Yakni pada malam hari sebelum akad nikah. Khatama Alquran disini bukan 30 juz, tetapi hanya membacakan juz 30. Mempelai berdua beserta pendamping yang akan membacakan juz 30.
3. Akad nikah pagi hari
4. Resepsi malam hari
Dengan begitu banyaknya acara, biaya jadi banyak deh.. Acara perjamuan dilaksanakan dengan nasi tumpeng dan prasmanan. Semoga menjadi amalan ibadah dan berkah.. amiin..
Kemudian dilanjut dg diskusi tentang waktu dan tempat pelaksanan, acara- acara pernikahan serta biaya yang dibutuhkan. Untuk waktu dan tempat disepakati tanggal 26 mei 2012 (lebih tepatnya mengacu ke kalender islami yakni bulan Rajab) sebagai hari nikah : akad nikah pagi, dan resepsi malam hari.
Acara yg akan dilakuin :
1. 3 minggu atau sebulan sebelum hari nikah, dilakukan acara seserahan lagi. Acara ini dimaksudkan untuk member tahu ke pemerintah setempat, ulama, dan masyarakat kalau dalam waktu dekat akan diadakan acara pernikahan. Mungkin acara ini hanya ada di Gorontalo. Berhubung dari keluarga kami tidak bisa hadir, maka diwakilkan.
Seserahana, biaya nikah semua diperlihatkan kepada para hadirin. Dan ada semacam acara saling perkenalan antar keluarga.
2. Acara kedua : Khataman alquran. Yakni pada malam hari sebelum akad nikah. Khatama Alquran disini bukan 30 juz, tetapi hanya membacakan juz 30. Mempelai berdua beserta pendamping yang akan membacakan juz 30.
3. Akad nikah pagi hari
4. Resepsi malam hari
Dengan begitu banyaknya acara, biaya jadi banyak deh.. Acara perjamuan dilaksanakan dengan nasi tumpeng dan prasmanan. Semoga menjadi amalan ibadah dan berkah.. amiin..
Lamaran's Day
18 Februari 2012, Brangkat dari bandara Juanda bersama Bapak, Ibu, dan ponakan. Alhamdulillah ada rejeki bisa berangkatin Bapak-Ibu buat acara lamaran, semoga pas acaranya nikahnya juga sama. Ga ada pesawat yg lgsg ke Gorontalo, adanya transit dulu di bandara sultan hasanuddin Makassar. Dan nyampai di bandara Jalaluddin Gorontalo sekitar jam 14:15 waktu setempat. Dijemput nya pake Bentor alias becak motor, kendaraan khas gorontalo
Yang unik dari bentor adalah modifikasi dari sepeda motor, jadi kalau bosen bisa diganti lagi rangka depannya, pake rangka asli sepeda motor. Tinggal bongkar pasang gitu…Sampai dirumah ketemu calon mertua, ngobrol-ngobrol, terus istrahat sebentar.. Ga terasa uda maghrib lanjut sholat Isya, makan malam dan acara lamaran pun tiba….
Acaranya Cuma dihadiri oleh kedua org tua kami, dan dilmulai dengan perkenalan kluarga masing2.
Dilanjutin dengan penyerahan seserahan (seperangkat alat sholat, cincin dan kalung). Sebenarnya belum tentu ditrima juga maksud lamaran kami, tapi berhubung jauh dan baru sekali ketemu, maka langsung ja minta lamaran.
Pada intinya lamaran diterima, tapi yang masih jadi perdebatan adalah masalah biaya pernikahan.
Beda adat beda acara, beda kampong beda tradisi.. itulah kenyataan yang ada dimasyarakat.
Bukan hanya calon mempelai yg mau nikah, tetapi juga melibatkan keinginan kedua orang tua. Akhirnya harus bisa menyatukan keinginan kedua orang tua dan calon mempelai.
bersambung ....
Apr 13, 2012
Ketika Sholat Sunah Fajar Lebih Mahal daripada Dunia & Isinya
Seorang pengusaha nan shalih bernama Kajiman –bukan nama asli-, malam
itu sedang menginap di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Simpang
Lima Semarang. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel
untuk mencari masjid terdekat dan shalat Shubuh berjamaah di sana. Waktu
di jam tangan Kajiman menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira
setengah jam ke depan.
Begitu keluar dari lobby hotel, Kajiman pun memanggil seorang tukang becak yang sedang mangkal lalu ia naik ke atas becak.
"Mau diantar kemana, Pak?" tanya tukang becak bernama Ibnu. Begitu
ditanya, Kajiman menjawab, "Antar saya keliling kota Semarang saja,
Pak!" Ia menjawab sedemikian karena ia tahu bahwa waktu Shubuh masih
jauh tersisa.
Maka Ibnu sang tukang becak mengantarkan Kajiman berkeliling Simpang Lima sebagai pusat kota Semarang.
Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak mengantarkan
Kajiman yang hendak melihat panorama kota Semarang saat pagi menjelang.
Beberapa jalan sudah mereka susuri berdua. Lalu sayup-sayup terdengar
suara tarhim dari sebuah corong menara masjid di sana.
"Ya Arhamar Rahimiin, Irhamnaa.... Ya Arhamar Rahimiin, Irhamnaa....!"
Suara tarhim itu mengisyaratkan kepada warga kota Semarang bahwa waktu shubuh sebentar lagi akan menjelang.
Sejurus itu Ibnu berkata santun kepada penumpangnya, "Mohon maaf ya pak,
boleh tidak bapak saya pindahkan ke becak lain??" Kajiman membalas,
"Memangnya bapak mau kemana?" "Mohon maaf pak, saya mau pergi ke
masjid!" jawab Ibnu.
Terus terang Kajiman kagum atas jawaban Ibnu sang tukang becak, namun ia
ingin mencari alasan mengapa Ibnu sedemikian hebat kemauannya hingga
ingin pergi ke masjid. "Kenapa harus pergi ke masjid pak Ibnu?" tanya
Kajiman. Ibnu dengan polos menjawab, "Saya sudah lama bertekad untuk
mengumandangkan adzan di masjid agar orang-orang bangun dan melaksanakan
shalat Shubuh. Sayang khan Pak kalau kita tidak shalat Shubuh" jelas
Ibnu singkat.
Jawaban ini semakin membuat Kajiman bertambah kagum atas ketaatan Ibnu.
Namun Kajiman belum puas sehingga ia melontarkan pertanyaan yang
menggoyah keimanan Ibnu. "Pak, bagaimana kalau pak Ibnu tidak usah ke
masjid tapi pak Ibnu temani saya keliling kota dan saya akan membayar Rp
500 ribu sebagai imbalannya!"
Dengan santun Ibnu membalas tawaran itu, "Mohon maaf pak, bukannya
menolak.... namun guru saya pernah mengajarkan bahwa shalat sunnah Fajar
itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!"
Deggg....! dinding hati Kajiman bergemuruh mendapati jawaban hebat dari
seorang pengayuh becak seperti Ibnu. Ia begitu takjub atas ketaatan Ibnu
kepada Tuhannya. Amat jarang menurut Kajiman manusia sekarang yang
memiliki prinsip hidup seperti Ibnu.
Bahkan Kajiman pun memberikan tawaran dua kali lipat dari semula, tetap
saja Ibnu menolaknya. Kekaguman pun membawa Kajiman menyadari bahwa ada
pelajaran besar yang sedang ia dapati dari seorang guru kehidupan
bernama Ibnu pagi itu.
"Dua rakaat Fajar (qabliyah Shubuh) lebih baik daripada dunia beserta isinya." (Muhammad Saw)
Ibnu dan Kajiman pun tiba di salah satu masjid, rumah Allah. Lampu-lampu
masjid belum menyala. Mereka berdualah orang-orang pertama yang membuka
gerbang dan pintu masjid. Ibnu menyalakan lampu-lampu dan ia pun
mengumandangkan adzan saat waktu Shubuh tiba.
Dalam alunan suara merdu Ibnu mengumandangkan adzan, hati Kajiman
semakin hebat berguncang. Dia berkata kepada Tuhannya, "Ya Allah, betapa
ummat dan bangsa ini amat membutuhkan manusia-manusia hebat seperti
Ibnu... Rezekikan kepada kami para pemimpin bangsa dan hamba-hamba yang
senantiasa kuat beriman dan selalu merasa takut kepada-Mu.... sehingga
tiada lagi yang kami cari untuk hidup di dunia ini selain keridhaan dan
surga-Mu."
Shalat Shubuh pun didirikan di masjid tersebut, termasuk dalam shaf barisan hamba Allah pagi itu adalah Kajiman dan Ibnu.
Kajiman begitu mensyukuri pelajaran berharga yang Allah berikan untuknya
di pagi itu. Usai shalat, Kajiman masih melanjutkan ibadahnya dengan
dzikir dan bermunajat kepada Tuhannya Yang Maha Pemurah. Namun lagi-lagi
terbayang di benaknya sosok hebat Ibnu sang Tukang Becak. Entah mengapa
dirasakan oleh Kajiman bahwa Allah menginginkan dirinya membantu Ibnu
untuk hadir ke Baitullah berhaji di tahun ini. Doa di pagi itu sungguh
membuat Kajiman terasa amat dekat dengan Tuhannya. Hingga badannya
berguncang dan air mata pun mengalir deras di pipinya. Tak kuasa ia
membendung gelombang arus rahmat dari Tuhannya.
Usai puas berdoa, Kajiman pun menurunkan kedua tangannya yang tadi
terangkat. Terdengar oleh telinganya sapaan lembut pak Ibnu yang
berkata, "Mari pak kita teruskan perjalanan keliling kota Semarang....!"
Kajiman lalu menoleh ke arah sumber suara. Ia berdiri dan menghampiri
tubuh Ibnu. Ia gamit tangan Ibnu untuk berjabat lalu memeluk tubuhnya
dengan erat. Sementara Ibnu belum mengerti apa maksud perbuatan yang
dilakukan Kajiman.
Dalam pelukan itu Kajiman membisikkan kalimat ke telinga Ibnu, "Mohon
pak Ibnu tidak menolak tawaran saya kali ini. Dalam doa munajat kepada
Allah tadi saya sudah bernazar untuk memberangkatkan pak Ibnu berhaji
tahun ini ke Baitullah...., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini.
Mohon jangan ditolak!!!"
Subhanallah.... bagai kilat dan guntur yang menyambar menggoncang bumi.
Betapa hati Ibnu teramat kaget mendengar penuturan Kajiman yang baru
saja dikenalnya. Kini Ibnu pun mengeratkan pelukan ke tubuh Kajiman dan
ia berkata, "Subhanallah walhamdulillah.... terima kasih ya Allah....
terima kasih pak Kajiman.....!"
Untuk kali ini, Ibnu tiada menolak tawaran Kajiman!
Labbaikallahumma Labbaik..... Labbaika Laa Syarika Laka Labbaik
Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah... Aku penuhi panggilan-Mu
Haji adalah memenuhi panggilan Allah Swt sekali seumur hidup. Bagaimana
mungkin seorang manusia memenuhi panggilan Allah yang agung ini, bila
dalam sehari Allah Swt memanggilnya hingga lima kali, namun ia tiada
mengindahkan.
Ibnu sungguh pantas mendapat hadiah penghargaan dari Allah Swt..
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan bisa menjadi lebih baik dengan kisah ini.
Ya Allah mudahkanlah kami dalam menjalankan ibadah dan ridloMu.. amiin
Referensi:
-Copas dari forum parakontel, dan sumber dari jamaahmasjid.blogspot.com
-Ilustrasi dari http://www.alaminkorea.com
Ya Allah mudahkan kami dalam menjalankan ibadah dan ridloMu
Salah satu tujuan blog ini adalah sebagai pengingat.. mengingatkan saya, mengingatkan calon istri saya (InsyaAllah smg sebentar lg menjadi jodoh yg diridloi Allah.. 26 Mei 2012), dan juga pembaca..
Semoga bisa menjalankan ibadah dg istiqomah dan ikhlas sesuai yang dicontohkan Rasulullah.. Amiin
Hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (Shalat Dhuha) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya "( HR.Hakim dan Thabrani).
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).
Salah satu doa yg bisa dipanjatkan usai sholat dhuha:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
Amiin..ya Rabbal 'Aalamiin..
Semoga bisa menjalankan ibadah dg istiqomah dan ikhlas sesuai yang dicontohkan Rasulullah.. Amiin
Hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (Shalat Dhuha) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya "( HR.Hakim dan Thabrani).
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).
Salah satu doa yg bisa dipanjatkan usai sholat dhuha:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
Amiin..ya Rabbal 'Aalamiin..
Rasulullah dan Lemparan Batu
Sepeninggal Abu Thalib, gangguan kafir Quraisy terhadap Rasulullah SAW semakin besar. Beliau pun berniat untuk meninggalkan Makkah dan pergi ke Tha’if. Beliau berharap akan memperoleh dukungan penduduk setempat dan akan menyambut baik ajakan beliau untuk memeluk agama Islam. Tak lama kemudian, beliau bersama Zaid bin Haritsah, anak angkat beliau, pergi ke Tha’if.
Kabilah terbesar di Tha’if adalah Bani Tsaqif, kabilah yang berkuasa serta mempunyai kekuatan fisik dan ekonomi yang cukup memadai. Mengetahui akan hal ini, Rasulullah SAW menemui pemimpin Bani Tsaqif yang terdiri dari tiga bersaudara. Rasulullah SAW menyampaikan maksud kedatangan beliau dan mengajak mereka untuk memeluk Islam dan tidak menyembah kepada selain Allah SWT. Namun jawaban dari mereka sungguh di luar harapan beliau.
Salah satu dari mereka berkata, “Apakah Allah tidak dapat memperoleh seseorang untuk diutus selain engkau?”
Yang lainnya berkata, “Kami hidup turun-temurun di sini. Tiada kesusahan atau pun penderitaan. Hidup kami makmur, serba berkecukupan. Kami merasa senang dan bahagia. Oleh sebab itu, kami tak perlu agamamu. Juga tidak perlu dengan segala ajaranmu. Kami pun punya Tuhan yang bernama Al-Latta, yang memiliki kekuatan melebihi berhala Hubal di Ka’bah. Buktinya dia telah memberikan kesenangan di sini dengan segala kemewahan dan kekayaan yang kami miliki.”
Yang lainnya lagi berkata, “Jauh berbeda dengan ajaran yang kalian tawarkan. Penuh siksaan dan daerah yang selalu penuh dengan derita. Jelas kami menolak ajaran kalian. Bila tidak, akan menimbulkan malapetaka bagi penduduk kami di sini.”
Mendengar jawaban mereka, Rasulullah SAW berkata, “Jika memang demikian, kami pun tidak memaksa. Maaf kalau telah mengganggu kalian. Kami mohon diri.”
Mereka berkata lagi, “Pergilah kalian cepat-cepat dari sini! Sebelum kalian menyebarkan bencana besar bagi penduduk di sini. Kedatangan kalian ke sini tak bisa kami diamkan begitu saja. Mau tak mau kami harus melaporkan hal ini kepada pemimpin Bani Quraisy di Makkah sebagai mitra kami. Kami tidak ingin berkhianat kepada mereka.”
Maka Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah keluar dari rumah para pemimpin Bani Tsaqif itu. Akan tetapi, para pemimpin Bani Tsaqif tidak membiarkan mereka berdua pergi begitu saja. Di luar rumah para pemimpin tersebut, Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah dihadang oleh sekelompok penduduk kota Tha’if yang tidak ramah. Bahkan di antara kelompok itu ada beberapa anak kecil. Dengan satu aba-aba dari seseorang, sekelompok penduduk itu pun melempari Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah dengan batu. Zaid bin Haritsah berusaha melindungi Rasulullah SAW sambil pergi dari tempat itu. Mereka berdua terluka akibat lemparan-lemparan itu.
Setelah agak jauh dari kota Tha’if, Rasulullah berteduh dekat sebuah pohon sambil membersihkan luka-luka mereka. Ketika sudah tenang, Rasulullah SAW mengangkat kepala menengadah ke atas, ia hanyut dalam suatu doa yang berisi pengaduan yang sangat mengharukan:
“Allahumma ya Allah, kepadaMu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Wahai Tuhan Yang Mahapengasih Mahapenyayang. Engkaulah yang melindungi si lemah, dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Kauserahkan diriku? Kepada orang jauh yang berwajah muram kepadaku? atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Aku tidak peduli selama Engkau tidak murka kepadaku. Sungguh luas kenikmatan yang Kaulimpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada Nur Wajah-Mu yang menyinari kegelapan dan membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat. Janganlah Engkau timpakan kemurkaanMu kepadaku. Engkaulah yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya upaya kecuali dengan Engkau.”
Kemudian Allah SWT mengutus Jibril untuk menghampiri beliau. Jibril berkata, “Allah mengetahui apa yang telah terjadi di antara kamu dan penduduk kota Tha’if. Dia telah menyediakan malaikat di gunung-gunung di sini untuk menjalankan perintahmu. Jika engkau mau, maka malaikat-malaikat itu akan menabrakkan gunung-gunung itu hingga penduduk kota itu akan binasa. Atau engkau sebutkan saja suatu hukuman bagi penduduk kota itu.”
Setelah mendapatkan hinaan dan lemparan batu yang demikian menyakitkan, kemudian mendapat tawaran luar biasa dari Jibril, apa jawaban Rasulullah SAW? Ia malah terkejut dengan tawaran tersebut, lalu menjawab Jibril, “Walaupun orang-orang ini tidak menerima ajaran Islam, tidak mengapa. Aku berharap dengan kehendak Allah, anak-anak mereka pada suatu masa nanti akan menyembah Allah dan berbakti kepada-Nya.”
Demikianlah kelembutan hati Rasulullah SAW. Dia manusia, tapi tak seperti manusia. Begitu mulianya pengorbanan beliau. Walaupun halangan menimpa, namun hatinya tetap tabah, penuh kelembutan dan kasih sayang. Betapa kejinya orang-orang yang menghina manusia mulia ini. Betapa jahatnya orang-orang yang menyakiti beliau. Termasuk kita..
Begitu mudahnya kita menyakiti perasaan beliau dengan meninggalkan ajarannya. Tidak tahukah kita, bahwa setiap hari, amal-amal kita akan dihadapkan kepada Rasulullah SAW? Jika amal itu baik, maka beliau pun bergembira dan bersyukur. Jika amal itu buruk, maka beliau dengan kelembutannya memohonkan ampunan kepada Allah bagi kita. Adakah pemimpin lain yang selalu memikirkan umatnya dari sejak di dunia hingga di kehidupan berikutnya selain Rasulullah SAW?
Ya Allah, ampuni kami.. Ya Rasulullah, maafkan kami…
Referensi:
http://alkisah.web.id/2010/03/kelembutan-sang-rasul.html
http://cara-muhammad.com/
Kabilah terbesar di Tha’if adalah Bani Tsaqif, kabilah yang berkuasa serta mempunyai kekuatan fisik dan ekonomi yang cukup memadai. Mengetahui akan hal ini, Rasulullah SAW menemui pemimpin Bani Tsaqif yang terdiri dari tiga bersaudara. Rasulullah SAW menyampaikan maksud kedatangan beliau dan mengajak mereka untuk memeluk Islam dan tidak menyembah kepada selain Allah SWT. Namun jawaban dari mereka sungguh di luar harapan beliau.
Salah satu dari mereka berkata, “Apakah Allah tidak dapat memperoleh seseorang untuk diutus selain engkau?”
Yang lainnya berkata, “Kami hidup turun-temurun di sini. Tiada kesusahan atau pun penderitaan. Hidup kami makmur, serba berkecukupan. Kami merasa senang dan bahagia. Oleh sebab itu, kami tak perlu agamamu. Juga tidak perlu dengan segala ajaranmu. Kami pun punya Tuhan yang bernama Al-Latta, yang memiliki kekuatan melebihi berhala Hubal di Ka’bah. Buktinya dia telah memberikan kesenangan di sini dengan segala kemewahan dan kekayaan yang kami miliki.”
Yang lainnya lagi berkata, “Jauh berbeda dengan ajaran yang kalian tawarkan. Penuh siksaan dan daerah yang selalu penuh dengan derita. Jelas kami menolak ajaran kalian. Bila tidak, akan menimbulkan malapetaka bagi penduduk kami di sini.”
Mendengar jawaban mereka, Rasulullah SAW berkata, “Jika memang demikian, kami pun tidak memaksa. Maaf kalau telah mengganggu kalian. Kami mohon diri.”
Mereka berkata lagi, “Pergilah kalian cepat-cepat dari sini! Sebelum kalian menyebarkan bencana besar bagi penduduk di sini. Kedatangan kalian ke sini tak bisa kami diamkan begitu saja. Mau tak mau kami harus melaporkan hal ini kepada pemimpin Bani Quraisy di Makkah sebagai mitra kami. Kami tidak ingin berkhianat kepada mereka.”
Maka Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah keluar dari rumah para pemimpin Bani Tsaqif itu. Akan tetapi, para pemimpin Bani Tsaqif tidak membiarkan mereka berdua pergi begitu saja. Di luar rumah para pemimpin tersebut, Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah dihadang oleh sekelompok penduduk kota Tha’if yang tidak ramah. Bahkan di antara kelompok itu ada beberapa anak kecil. Dengan satu aba-aba dari seseorang, sekelompok penduduk itu pun melempari Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah dengan batu. Zaid bin Haritsah berusaha melindungi Rasulullah SAW sambil pergi dari tempat itu. Mereka berdua terluka akibat lemparan-lemparan itu.
Setelah agak jauh dari kota Tha’if, Rasulullah berteduh dekat sebuah pohon sambil membersihkan luka-luka mereka. Ketika sudah tenang, Rasulullah SAW mengangkat kepala menengadah ke atas, ia hanyut dalam suatu doa yang berisi pengaduan yang sangat mengharukan:
“Allahumma ya Allah, kepadaMu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Wahai Tuhan Yang Mahapengasih Mahapenyayang. Engkaulah yang melindungi si lemah, dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Kauserahkan diriku? Kepada orang jauh yang berwajah muram kepadaku? atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Aku tidak peduli selama Engkau tidak murka kepadaku. Sungguh luas kenikmatan yang Kaulimpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada Nur Wajah-Mu yang menyinari kegelapan dan membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat. Janganlah Engkau timpakan kemurkaanMu kepadaku. Engkaulah yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya upaya kecuali dengan Engkau.”
Kemudian Allah SWT mengutus Jibril untuk menghampiri beliau. Jibril berkata, “Allah mengetahui apa yang telah terjadi di antara kamu dan penduduk kota Tha’if. Dia telah menyediakan malaikat di gunung-gunung di sini untuk menjalankan perintahmu. Jika engkau mau, maka malaikat-malaikat itu akan menabrakkan gunung-gunung itu hingga penduduk kota itu akan binasa. Atau engkau sebutkan saja suatu hukuman bagi penduduk kota itu.”
Setelah mendapatkan hinaan dan lemparan batu yang demikian menyakitkan, kemudian mendapat tawaran luar biasa dari Jibril, apa jawaban Rasulullah SAW? Ia malah terkejut dengan tawaran tersebut, lalu menjawab Jibril, “Walaupun orang-orang ini tidak menerima ajaran Islam, tidak mengapa. Aku berharap dengan kehendak Allah, anak-anak mereka pada suatu masa nanti akan menyembah Allah dan berbakti kepada-Nya.”
Demikianlah kelembutan hati Rasulullah SAW. Dia manusia, tapi tak seperti manusia. Begitu mulianya pengorbanan beliau. Walaupun halangan menimpa, namun hatinya tetap tabah, penuh kelembutan dan kasih sayang. Betapa kejinya orang-orang yang menghina manusia mulia ini. Betapa jahatnya orang-orang yang menyakiti beliau. Termasuk kita..
Begitu mudahnya kita menyakiti perasaan beliau dengan meninggalkan ajarannya. Tidak tahukah kita, bahwa setiap hari, amal-amal kita akan dihadapkan kepada Rasulullah SAW? Jika amal itu baik, maka beliau pun bergembira dan bersyukur. Jika amal itu buruk, maka beliau dengan kelembutannya memohonkan ampunan kepada Allah bagi kita. Adakah pemimpin lain yang selalu memikirkan umatnya dari sejak di dunia hingga di kehidupan berikutnya selain Rasulullah SAW?
Ya Allah, ampuni kami.. Ya Rasulullah, maafkan kami…
Referensi:
http://alkisah.web.id/2010/03/kelembutan-sang-rasul.html
http://cara-muhammad.com/
Mar 28, 2012
Rosulullah dan batu kerikil
Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa ketika Rasulullah SAW mengimami shalat berjamaah, para sahabat menyadari bahwa setiap kali Rasulullah SAW berpindah gerakan sholat, terlihat tampak sangat kepayahan. Selain itu, setiap gerakan beliau diiringi suara yang aneh, seperti ada yang salah pada persendiannya.
Seusai sholat, sahabat Rasulullah SAW, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah?”
“Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar”, jawab Rasulullah.
“Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekan? Kami yakin baginda sedang sakit”, desak Sayyidina Umar penuh cemas.
Akhirnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika melihat bahwa perut Rasulullah SAW yang kempis tengah dililit oleh sehelai kain yang berisi batu-batu kerikil. Batu-batu itu beliau ikatkan untuk menahan rasa laparnya. Itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.
Para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?”
Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti..”
Teramat agung pribadi Rasulullah SAW. Apakah kita akan sanggup mencintanya seperti ia mencintai kita?
Referensi : http://cara-muhammad.com/kisah/rasulullah-dan-batu-kerikil/
Seusai sholat, sahabat Rasulullah SAW, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah?”
“Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar”, jawab Rasulullah.
“Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekan? Kami yakin baginda sedang sakit”, desak Sayyidina Umar penuh cemas.
Akhirnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika melihat bahwa perut Rasulullah SAW yang kempis tengah dililit oleh sehelai kain yang berisi batu-batu kerikil. Batu-batu itu beliau ikatkan untuk menahan rasa laparnya. Itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.
Para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?”
Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti..”
Teramat agung pribadi Rasulullah SAW. Apakah kita akan sanggup mencintanya seperti ia mencintai kita?
Referensi : http://cara-muhammad.com/kisah/rasulullah-dan-batu-kerikil/
Ya Allah ridloilah kami pergi haji
Ya Allah saya kepingin bisa pergi haji, menunaikan rukun islamMu, ajaran yg engkau sampaikan lewat NabiMu, saya ingin memberikan salam langsung ke NabiMu, sholat di masjidMu-Masjidil Haram.
Yang kebayang dalam pikiran saya ketika saya memberi salam ke Nabi, saya bisa bertemu Nabi, dan Nabi Muhammad Rosulullah menganggap saya bagian dari umatnya, umat islam, itu saja. Ya Allah saya pingin NabiMu Nabi Muhammad memasukkan saya dalam golongannya , golongan umat islam, sudah.. tentrem rasanya jiwa ini, tenang, Nabi sudah bersama kita. Amiin…
Nabi Muhammad sosok manusia yang paling mulia dimuka bumi ini, manusia yang sudah diampuni dosa-dosanya, dosa masa lalu,sekarang dan akan datang, semua dosanya telah diampuni oleh Allah, tapi Nabi tetep istighfar minta ampun 100x sehari, sholat tahajud sampai kaki beliau bengkak, sholat jamaah terus, sholat shunnah qobliyah dan ba’diyah, puasa senin kamis, dan tidak jarang Nabi puasa karena memang tidak ada makanan dirumah beliau (mohon maaf kalau kisah ini ada yg salah, tp seingat saya inilah kisah Nabi kita Nabi Muhammad Rosulullah), semua amalan wajib dan sunah beliau lalukan. Tutur kata beliau juga sopan, tingkah lakunya sopan, sangat sabar meskipun beliau pernah dilempar sesuatu sampai berdarah, tetapi beliau memaafkan dan bahkan mendoakannya, padahal malaikat Jibril sudah marah... (kisah Rosullullah dan lemparan batu)
Pernah suatu ketika sedang memimpin sholat, ada sahabat yang memperhatikan beliau kesulitan ketika rukuk, bangun dari sujud, antar gerakan sholat susah. Setelah selesai sholat, sahabat itu bertanya kepada Nabi, mengapa gerakan sholat beliau terlihat susah, ternyata diperlihatkan bahwa perut nabi diganjal batu-ditali dg batu, karena menahan lapar (maaf kl kisah ini krg ato slh). MasyaAllah, pemimpin umat, orang paling mulia di sisi Allah, kondisinya seperti ini. Sahabat bertanya, Nabi kenapa tidak bilang kepada kami kalau nabi seperti ini, kami bisa bantu. Tapi jawab Nabi, kalau saya meminta, apapun akan engkau berikan. Tapi Nabi tidak meminta apa-apa. Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad.. Allahumma sholli ‘alaih.. (kisah rosullullah dan batu kerikil)
Sangat beda jauh dengan kita (saya maksudnya hehehe). Alhamdulillah tidak pernah tidak makan, makan selalu cukup, tapi puasa sunah senin-kamis jarang bgt (sangat jarang maksudnya), tidur enak di kasur busa, kipas angin, tapi bangun malem buat sholat jarang, kadang iya kadang enggak, sholat juga masih mikirin macam2, ga fokus, istighfar jg jarang2, dosa bnyak bgt (mungkin malaikat sudah geram melihat saya, pengen nyelup2in saya).
Ya Allah kasihanilah saya, kasihanilah saya, sayangilah saya, sayangilah saya, ampunilah saya dan ridloilah saya.. jangan Engkau jauhi saya ya Allah.. Astaghfirullah…
Nabi sangat baik sekali, meskipun dosanya telah diampuni tapi beliau amal ibadahnya tidak kurang sedikitpun,sedangkan saya… Astaghfirullah…..
Semoga bisa bertemu Nabi, untuk menyampaikan salam, dimasukkan dalam golongan Nabi Muhammad, dan bisa sholat di masjidil haram, menunaikan ibadah haji… amiiin…
Yang kebayang dalam pikiran saya ketika saya memberi salam ke Nabi, saya bisa bertemu Nabi, dan Nabi Muhammad Rosulullah menganggap saya bagian dari umatnya, umat islam, itu saja. Ya Allah saya pingin NabiMu Nabi Muhammad memasukkan saya dalam golongannya , golongan umat islam, sudah.. tentrem rasanya jiwa ini, tenang, Nabi sudah bersama kita. Amiin…
Nabi Muhammad sosok manusia yang paling mulia dimuka bumi ini, manusia yang sudah diampuni dosa-dosanya, dosa masa lalu,sekarang dan akan datang, semua dosanya telah diampuni oleh Allah, tapi Nabi tetep istighfar minta ampun 100x sehari, sholat tahajud sampai kaki beliau bengkak, sholat jamaah terus, sholat shunnah qobliyah dan ba’diyah, puasa senin kamis, dan tidak jarang Nabi puasa karena memang tidak ada makanan dirumah beliau (mohon maaf kalau kisah ini ada yg salah, tp seingat saya inilah kisah Nabi kita Nabi Muhammad Rosulullah), semua amalan wajib dan sunah beliau lalukan. Tutur kata beliau juga sopan, tingkah lakunya sopan, sangat sabar meskipun beliau pernah dilempar sesuatu sampai berdarah, tetapi beliau memaafkan dan bahkan mendoakannya, padahal malaikat Jibril sudah marah... (kisah Rosullullah dan lemparan batu)
Pernah suatu ketika sedang memimpin sholat, ada sahabat yang memperhatikan beliau kesulitan ketika rukuk, bangun dari sujud, antar gerakan sholat susah. Setelah selesai sholat, sahabat itu bertanya kepada Nabi, mengapa gerakan sholat beliau terlihat susah, ternyata diperlihatkan bahwa perut nabi diganjal batu-ditali dg batu, karena menahan lapar (maaf kl kisah ini krg ato slh). MasyaAllah, pemimpin umat, orang paling mulia di sisi Allah, kondisinya seperti ini. Sahabat bertanya, Nabi kenapa tidak bilang kepada kami kalau nabi seperti ini, kami bisa bantu. Tapi jawab Nabi, kalau saya meminta, apapun akan engkau berikan. Tapi Nabi tidak meminta apa-apa. Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad.. Allahumma sholli ‘alaih.. (kisah rosullullah dan batu kerikil)
Sangat beda jauh dengan kita (saya maksudnya hehehe). Alhamdulillah tidak pernah tidak makan, makan selalu cukup, tapi puasa sunah senin-kamis jarang bgt (sangat jarang maksudnya), tidur enak di kasur busa, kipas angin, tapi bangun malem buat sholat jarang, kadang iya kadang enggak, sholat juga masih mikirin macam2, ga fokus, istighfar jg jarang2, dosa bnyak bgt (mungkin malaikat sudah geram melihat saya, pengen nyelup2in saya).
Ya Allah kasihanilah saya, kasihanilah saya, sayangilah saya, sayangilah saya, ampunilah saya dan ridloilah saya.. jangan Engkau jauhi saya ya Allah.. Astaghfirullah…
Nabi sangat baik sekali, meskipun dosanya telah diampuni tapi beliau amal ibadahnya tidak kurang sedikitpun,sedangkan saya… Astaghfirullah…..
Semoga bisa bertemu Nabi, untuk menyampaikan salam, dimasukkan dalam golongan Nabi Muhammad, dan bisa sholat di masjidil haram, menunaikan ibadah haji… amiiin…
Kacamata yang patah
Bismillah,
Sebuah pengalaman spiritual lewat mimpi, maaf kalau penyebutan menitnya kurang ingat..
Kejadian pagi ini ketika alarm disetting sekitar jam 03:35/03:45 (lupa persisnya..) dan ketika bunyi, ternyata saya hanya mematikan dan menggatinya menjadi pukul 07:30 hehehe kecapean alias malesss..
Pada saat tidur lg, saya mimpi menjadi anak kecil yg sedang bermain di pinggir jalan raya, di pinggir tikungan SDN Kasembon 01, kebetulan tidak jauh dr rumah. Ketika sedang bermain kacamata, tiba2 kacamata tersebut putus penjepitnya (kan kacamata biar nyantol ditelinga ada 2 penjepit, salah satunya putus). Pada saat itu juga saya tidak bisa memanggil teman main saya, kemudian ditegur oleh kakak2, ternyata saya sudah meninggal (innalillahi wainna ilaihi raajiuun). Maa syaaAllah, ada apa ini?? Pada saat itu juga yg saya inginkan hanya balik kerumah pengen tidur dan bareng dengan bapak-ibu saya, dan hanya itu yg membikin saya tenang.
Pada saat menuju ke rumah saya ditegur sama Pak Kardi dan Pak Imam (kebetulan beliau tenagga depan rumah yang sedang dipinggir jalan) yang menawarkan mampir kerumah beliau untuk kasih baju, karena beliau tau kalau besoknya atau dlm waktu dkt saya akan pergi haji. Tetapi saya ucapkan trima ksh, yg ada dalam keinginan saya hanya balik kerumah untuk bisa bareng2 dg bpk-ibu saya, karena hanya itu yg bisa membuat saya tenang.
Ya Allah.. saya tidak tau maksud Engkau mengambil nyawa saya sebelum saya pergi haji, saya ingin menunaikan ibadah haji untuk menyempurnakan rukun islamMu, mengikuti ajaran NabiMu, ingin memberi salam langsung ke NabiMu-Masjid Nabawi, bisa sholat di masjidMu-Masjidil Haram. Tetapi Engkau memanggilku Ya Allah. Saya hanya ingin menyampaikan salam saya langsung ke NabiMu, dan sholat di masjidil Haram, kenapa engkau memanggil saya ya Allah…
Pada saat itu saya bangun pukul 04:12, wudlu dan sholat tahajud dan witir.. Pada saat sholat, saya tak henti2nya bertanya mengapa Engkau memanggilku sebelum pergi haji, padahal saya hanya ingin menunaikan ajaranMu, menyampaikan salam langsung ke NabiMu dan shlat di masjidMu-masjidil Haram, Kenapa Engakau memanggiku Ya Allah….
Disaat itu-sholat tahajud, fokus saya hanya memberikan seluruh amal ibadah saya untuk bapak-ibu saya, saya tidak bisa pergi haji, hanya bapak-ibu saya yang membuat saya tenang, setenang-tenangnya, seikhlas-ikhlasnya, biar amal ibadah ini untuk org tua saya, saya sendiri tidak tau nasib saya kelak di alam kubur dan akhirat. Saya hanya memohon ampunan untuk kedua orang tua saya…
Ya Allah ampunilah kami (untuk kedua org tua kami), sayangilah kami, cukupilah kekurangan kami, angkatlah derajat kami, berilah kami rejekiMu, berilah kami Hidayahmu-PetunjukMu, Sehatkanlah kami, dan ridloi lah kami.
Ampunilan ya Allah kedua orang tua kami..
Akhirnya adzan shubuh terdengar (kenceng bgt, karena kosan persis mepet sama masjid :D).
Sholat jamaah.. dan ngetik kisah ini.
Dan sampai saat ini saya belum mengerti mengapa Allah mengambil nyawa saya, padahal Allah tau saya akan pergi haji dan niat menyempurnakan rukun islam saya, mengikuti ajaranMu, ajaran yang dibwa oleh NabiMu, memberi salam langsung ke NabiMu-Masjid Nabawi, sholat di MasjidMu-Masjidil Haram.. Ya Allah mengapa engkau memanggilku…
Maafkanlah kami, maafkanlah kedua orang tua kami, dan bukalah pintu keridloanMu… amiin...
Sebuah pengalaman spiritual lewat mimpi, maaf kalau penyebutan menitnya kurang ingat..
Kejadian pagi ini ketika alarm disetting sekitar jam 03:35/03:45 (lupa persisnya..) dan ketika bunyi, ternyata saya hanya mematikan dan menggatinya menjadi pukul 07:30 hehehe kecapean alias malesss..
Pada saat tidur lg, saya mimpi menjadi anak kecil yg sedang bermain di pinggir jalan raya, di pinggir tikungan SDN Kasembon 01, kebetulan tidak jauh dr rumah. Ketika sedang bermain kacamata, tiba2 kacamata tersebut putus penjepitnya (kan kacamata biar nyantol ditelinga ada 2 penjepit, salah satunya putus). Pada saat itu juga saya tidak bisa memanggil teman main saya, kemudian ditegur oleh kakak2, ternyata saya sudah meninggal (innalillahi wainna ilaihi raajiuun). Maa syaaAllah, ada apa ini?? Pada saat itu juga yg saya inginkan hanya balik kerumah pengen tidur dan bareng dengan bapak-ibu saya, dan hanya itu yg membikin saya tenang.
Pada saat menuju ke rumah saya ditegur sama Pak Kardi dan Pak Imam (kebetulan beliau tenagga depan rumah yang sedang dipinggir jalan) yang menawarkan mampir kerumah beliau untuk kasih baju, karena beliau tau kalau besoknya atau dlm waktu dkt saya akan pergi haji. Tetapi saya ucapkan trima ksh, yg ada dalam keinginan saya hanya balik kerumah untuk bisa bareng2 dg bpk-ibu saya, karena hanya itu yg bisa membuat saya tenang.
Ya Allah.. saya tidak tau maksud Engkau mengambil nyawa saya sebelum saya pergi haji, saya ingin menunaikan ibadah haji untuk menyempurnakan rukun islamMu, mengikuti ajaran NabiMu, ingin memberi salam langsung ke NabiMu-Masjid Nabawi, bisa sholat di masjidMu-Masjidil Haram. Tetapi Engkau memanggilku Ya Allah. Saya hanya ingin menyampaikan salam saya langsung ke NabiMu, dan sholat di masjidil Haram, kenapa engkau memanggil saya ya Allah…
Pada saat itu saya bangun pukul 04:12, wudlu dan sholat tahajud dan witir.. Pada saat sholat, saya tak henti2nya bertanya mengapa Engkau memanggilku sebelum pergi haji, padahal saya hanya ingin menunaikan ajaranMu, menyampaikan salam langsung ke NabiMu dan shlat di masjidMu-masjidil Haram, Kenapa Engakau memanggiku Ya Allah….
Disaat itu-sholat tahajud, fokus saya hanya memberikan seluruh amal ibadah saya untuk bapak-ibu saya, saya tidak bisa pergi haji, hanya bapak-ibu saya yang membuat saya tenang, setenang-tenangnya, seikhlas-ikhlasnya, biar amal ibadah ini untuk org tua saya, saya sendiri tidak tau nasib saya kelak di alam kubur dan akhirat. Saya hanya memohon ampunan untuk kedua orang tua saya…
Ya Allah ampunilah kami (untuk kedua org tua kami), sayangilah kami, cukupilah kekurangan kami, angkatlah derajat kami, berilah kami rejekiMu, berilah kami Hidayahmu-PetunjukMu, Sehatkanlah kami, dan ridloi lah kami.
Ampunilan ya Allah kedua orang tua kami..
Akhirnya adzan shubuh terdengar (kenceng bgt, karena kosan persis mepet sama masjid :D).
Sholat jamaah.. dan ngetik kisah ini.
Dan sampai saat ini saya belum mengerti mengapa Allah mengambil nyawa saya, padahal Allah tau saya akan pergi haji dan niat menyempurnakan rukun islam saya, mengikuti ajaranMu, ajaran yang dibwa oleh NabiMu, memberi salam langsung ke NabiMu-Masjid Nabawi, sholat di MasjidMu-Masjidil Haram.. Ya Allah mengapa engkau memanggilku…
Maafkanlah kami, maafkanlah kedua orang tua kami, dan bukalah pintu keridloanMu… amiin...
Mar 1, 2012
Welcome to Gorontalo
ini harusnya si beib yang nulis secara ini pengalaman dia nginjek gorontalo untuk pertama kalinya
sebenernya si beibi ke gorontalo September 2011, baru bisa dipost sekarang, maklum kita mengalami pasang surut jadinya baru kuat nulisnya sekarang,..
baiklah, kita mulai dongengnya
si beibi ke gorontalo dengan misi khusus untuk hubungan kita, perjuanganya susah banget dan kompliket bangeet...susah dech diungkapin
intinya si beibi mau memperjuangkan hubungan kita berdua untuk kedepanya,..
kasihan si beibi harus naik pesawat yang accnya ga jalan
ini kita bedua sempet ngabadiin pas lagi dipesawat walaupun udah kegerahan
beibi ga bisa senyum karna kepanasan pake sweater padahal aga ada acc...haahaha

akhirnya bisa ngadem setelah 45 menit kepanasan di udara

yaa bgtiulah dongeng singakat kali ini...
sebenernya si beibi ke gorontalo September 2011, baru bisa dipost sekarang, maklum kita mengalami pasang surut jadinya baru kuat nulisnya sekarang,..
baiklah, kita mulai dongengnya
si beibi ke gorontalo dengan misi khusus untuk hubungan kita, perjuanganya susah banget dan kompliket bangeet...susah dech diungkapin
intinya si beibi mau memperjuangkan hubungan kita berdua untuk kedepanya,..
kasihan si beibi harus naik pesawat yang accnya ga jalan
ini kita bedua sempet ngabadiin pas lagi dipesawat walaupun udah kegerahan
beibi ga bisa senyum karna kepanasan pake sweater padahal aga ada acc...haahaha

akhirnya bisa ngadem setelah 45 menit kepanasan di udara

yaa bgtiulah dongeng singakat kali ini...
Subscribe to:
Comments (Atom)