Oct 17, 2012

Alhamdulillah dapat rejeki lagi... Robbii hablii minash shoolihiin

Tamu bulanan itu tidak kunjung datang setelah telat beberapa hari, akhirnya kami memutuskan untuk tes menggunakan test pack yg banyak dijual di apotik, harganya tidak lebih dari 27rb, lumayan mahal juga untuk ukuran sekali test. Dan hasilnya… 2 strip mucul di test pack.. Alhamdulillah istri saya hamil.. Untuk memastikannya, beberapa hari kemudian tepatnya tanggal 2 oktober 2012 kami cek di rumah sakit medistra yg kebetulan cukup dekat dari tempat tinggal kami. Sesampainya di RS Medistra, kami tanya perugas RS ternyata pendaftaran di lantai 3, setelah itu pemeriksaan di ruang dokter ada di lantai 4. Dokter yang memeriksa kami adalah dr. Safriani T SpOG. Setelah di cek and ricek, dan USG, terlihat ada lingkaran sebesar biji kelengkeng yang ternyata adalah calon janin. Setelah diukur diameternya, diprediksikan umur calon janin adalah 4 minggu. Dan diprediksikan lahir di akhir Mei 2013. Untuk memprediksikan kelahirannya, kami juga menggunakan simulasi yang ada di detik.com dengan cara memasukkan “Hari pertama siklus menstruasi terakhir?”
Hasilnya berbeda 1-2 minggu dari prediksi dokter, artinya kami harus lebih siaga dan siap untuk kelahiran anak-keturunan kami dari akhir mei sampai awal juni 2013. Bagi ibu hamil, dokter menyarankan untuk lebih memperhatikan pola makan, makan yg dimasak, jangan yg mentah/lalapan, banyak makan buah yang dikupas bersih, minum susu. Pokoknya lebih care dengan asupan gizi dalam makanan. Selain itu dokter juga memberikan resep vitamin untuk ibu hamil. Setelah itu dilakukan tes darah lengkap dilantai 1, diantarnya : biaya yang kami keluarkan untuk semua pemerikasaan itu cukup besar, dan melebihi dari platform asuransi kesahatan kami. Hmmmm… semoga rejeki ini tambah lancar dan berkah, dan anak keturunan kami dijadikan anak yang sholeh yang di ridloi Allah, sebagaimana Allah meridloi para Nabi dan Rosul-Nya, Rosullullah SAW, dan juga orang-orang sholeh.. Amiin Sesampainya di kos, saya melakukan sujud syukur, bersyukur atas nikmat ini, bersyukur atas rejeki ini, dipercaya atas anak keturunan. رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ “Ya Allah karuniakanlah kami anak-keturunan yang termasuk orang-orang yang sholeh, yang Engkau ridloi, Engkau sayangi, dan Engkau berkahi” Amiin..

Aug 8, 2012

Bekerja untuk keberkahan dan ridlo Allah

Manusia diciptakan dan diurus oleh Allah SWT. Tugas kita di dunia ini adalah menjadi hamba Allah SWT. Mematuhi apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang Allah SWT. Perkara rejeki adalah mutlak dalam genggaman Allah SWT. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki, pasti akan menjamin segala kebutuhan rejekinya.

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. (QS At-Thalaq : 2-3)

Kita bekerja bukan untuk mengejar uang, tapi merupakan amal shaleh dalam menjemput rejeki atau nafkah kita. Yang dicari adalah keberkahan dan ridho Allah SWT. Orang yang mencari ridho Allah tidak akan ragu kepada Allah SWT sebagai pembagi rejeki, pasti kita akan bertemu dengan rejek kita, sehingga tidak akan mau berbuat haram. Kalau seseorang tidak mencari ridho Allah SWT, maka ia bisa saja menghalalkan berbagai cara dalam mencari uang.

Contoh, sebagai pekerja kantor, ketika gaji sudah diterima, ketidakcukupan untuk membeli sesuatu, tidak seharusnya membuat kita sedih. Tetapi akan sedih ketika gaji yang kita terima tidak berkah, sehingga gaji itu hanya diterima dan habis tidak karuan. Mari kita bersyukur bahwa kita masih menerima gaji, niat ibadah ketika bekerja juga rejeki, cukup untuk nafkah keluarga juga rejeki, gaji bisa digunakan untuk sedekah juga rejeki, gaji digunakan untuk makan juga rejeki. Kemudahan kita dalam menjalankan ibadah merupakan rejeki terbesar kita. Itulah yang harus kita syukuri. Tidak sedikit orang yang sengsara bukan karena kurang karunia, akan tetapi karena kurangnya bersyukur.




*sebagian isi diambil dari http://ramadan.detik.com/read/2012/08/07/070832/1984785/1422/rahasia-menjalani-hidup